Home / Berita / Opini / Parpol Islam Mesti Bersatu dan Bergerak Bersama

Parpol Islam Mesti Bersatu dan Bergerak Bersama

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (dakwatuna/hdn)
Ilustrasi. (dakwatuna/hdn)

dakwatuna.com Pemilu Nasional untuk pemilihan calon anggota legislatif Nasional 9 April lalu sudah selesai dilaksanakan. Perhatian publik pun fokus mengarah ke sana. Perhelatan rakyat lima tahunan itu dirayakan dan disambut baik dengan partisipasi Rakyat Indonesia untuk menentukan wakilnya. Rakyat Indonesia ketika itu memilih dan menetapkan wakilnya berdasarkan aspirasi dan kehendak Nuraninya.   Percaturan politik nasional pun memberikan wadah atas aspirasi-aspirasi itu. Mulai dari partai berideologi Nasionalis, hingga yang berbasis Agama juga ikut serta dalam bursa persaingan politik nasional ini. Pertarungan ideologi ini pun tidak lain tujuannya Adalah semata-mata untuk memberikan kemakmuran dan kesejahteraan bagi Rakyat Indonesia.

Sampai hari ini, baik media cetak maupun media elektronik satu dan lainnya masih terus gencar melakukan pemberitaan terkait berita hasil hitung cepat perolehan hasil pemilu 9 April lalu. Dan kenyataannya seperti halnya pemilu 2004 dan 2009 kita masih melihat partai-partai berideologi Nasionalis bertengger di urutan teratas pada hasil hitung cepat tersebut. Hal ini menarik jika kemudian kita bandingkan dengan prediksi suara hasil hitung cepat partai-partai berideologi Agama dalam hal ini partai Islam. Di mana sebelumnya sempat diberitakan bahwa partai politik islam kemungkinan  akan sepi dari pemilih. Namun rupanya dugaan tersebut tidak terjadi dan fakta menunjukkan partai politik islam cenderung lebih stabil dari segi perolehan suara.  Yang mana secara general suara tersebut terbagi ke dalam beberapa partai seperti misalnya PKB, PKS, PAN, dan PPP. Di mana masing-masing Partai tersebut memiliki suara yang besarnya relatif sama dan tingginya relatif stabil dibanding beberapa partai nasionalis di ranking Atas. Lantas pertanyaan yang muncul adalah mengapa kemudian parpol Islam tidak saling bersatu dan membentuk satu koalisi partai Islam?

Hal ini setidaknya masih menjadi pertanyaan besar bagi Rakyat Indonesia yang penduduknya adalah muslim terbesar di dunia. Bahwa betapa besar sesungguhnya potensi aspirasi kaum muslim yang bisa terjaring jika kemudian partai-partai Islam ini saling bersatu dan membentuk suatu koalisi. Di mana partai islam yang telah mendapatkan perolehan hasil ini mau duduk bersama dan mengambil titik temu di antara mereka demi nasib Bangsa dan kaum Muslimin Se-Indonesia. Tapi pada kenyataannya hal ini masih belum menunjukkan tanda-tanda akan terjadi meski sudah ada banyak pemberitaan, saran dan rekomendasi terkait hal ini.

Padahal semestinya potensi besar umat islam ini bisa dioptimalkan melalui koalisi. Kurang lebih ada 30% akumulasi total suara partai islam bisa diperoleh jika memang koalisi itu terjadi. Dan itu artinya koalisi partai Islam sudah bisa mencalonkan sendiri calon Presiden dan pasangan calon wakil presidennya. Dan Momentum ini adalah momentum yang tepat. Di mana sudah saatnyalah Islam yang bangkit dan memberikan Kontribusi bagi Indonesia. Maka momentum 2014 ini menjadi momentum yang tepat untuk mewujudkan hal itu. Di mana ide bersatunya Parpol Islam ini bisa terjadi dan masyarakat bisa dimudahkan oleh pilihan-pilihan yang lebih sederhana yakni koalisi Partai-partai Islam.

Dan pada akhirnya, kalaulah antara partai-partai Islam memiliki kesamaan niat untuk memberikan kemakmuran dan kesejahteraan bagi rakyat Indonesia serta meninggikan islam dan menegakkan kalimat Allah dalam tiap nafas dan gerakan politiknya. Maka persatuan dan koalisi partai islam bukanlah hal yang sulit untuk dilakukan. Karena cara berpikirnya adalah untuk kemaslahatan jangka panjang. Dan hal ini mesti terus didukung oleh seluruh Umat Muslim. Agar Umat ini tidak lagi terpisah-pisah oleh sekat-sekat batasan yang tipis di antara kita. Dan agar kontribusi Umat Islam lebih besar dan maksimal lagi untuk kemajuan negara. Demi terciptanya Indonesia yang Makmur dan Sejahtera di waktu-waktu mendatang.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (5 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Nurfahmi Islami Kaffah
Ketua umum BSO SERAMBI FHUI 2014, Mahasiswa S1 Fakultas Hukum Universitas Indonesia.

Lihat Juga

Membentuk Karakter Pemimpin yang Islami Sejak Dini