Home / Berita / Opini / Puisi, Perang Gaya Baru Politikus dan Partai Politik

Puisi, Perang Gaya Baru Politikus dan Partai Politik

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Perang kata-kata (ilustras) - (Foto: serliafrelita.blogspot.com)
Perang kata-kata (ilustras) – (Foto: serliafrelita.blogspot.com)

dakwatuna.com – Jakarta. Dalam dunia modern ini, peperangan tidak selalu harus berhadapan langsung satu dengan lainnya. Peperangan bisa dilancarkan melalui dunia maya seperti yang dilakukan para hacker, atau perang urat syaraf melalui media.

Namun belakangan ini ada trend baru yang sedang ramai dilakukan oleh para politisi dan partai politik dalam menyerang lawan politiknya. Bukan lewat media massa ataupun dunia maya, namun melalui sebuah karya sastra yang kita kenal dengan puisi.

Baru-baru ini Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Fadli Zon menerbitkan sebuah puisi sindiran kepada capres PDIP Jokowi berjudul “Raisopopo”.

Aku Raisopopo
seperti wayang digerakkan dalang
cerita sejuta harapan
menjual mimpi tanpa kenyataan
berselimut citra fatamorgana
dan kau terkesima

Demikian salah satu isi bait puisi ‘Raisopopo’ yang di publish di inilah.com

Mendapat serangan tersebut, PDIP tak tinggal diam. Politikus PDI Perjuangan Fahmi Habcy memberikan serangan balik melalui puisi yang berjudul”Aku Iso Opo” yang isinya menyindir ketua umum Partai Gerindra, Prabwo.

AKU ISO OPO
Aku bisa angkut lawan tapi wajibku tawan
Aku bisa melesat bintang tapi negeri mencabut dengan lantang
Aku tak bisa susah karena terbiasa mudah
Aku tak bisa salah karena terbiasa marah
Aku tak bisa blusuk karena takut kutu busuk

Apakah ini sebuah strategi baru dalam dinamika politik? Ataukah ini sebuah pergeseran nilai dengan menggunakan sebuah karya sastra untuk saling serang dan menjatuhkan?

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Anak betawi yang senang berkelana dalam rangka mencari Ridho Allah

Lihat Juga

Ilustrasi. (Pa Moyo)

Membaca Peta Perang Turki di Suriah