Home / Berita / Internasional / Asia / Temui Ikhwanul Muslimin, Diplomat Iran Diprotes Kemlu Kudeta

Temui Ikhwanul Muslimin, Diplomat Iran Diprotes Kemlu Kudeta

Kepala Konsulat Iran di Mesir, Mujtaba Amany (islammemo)
Kepala Konsulat Iran di Mesir, Mujtaba Amany (islammemo)

dakwatuna.com – Mesir. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Kudeta Mesir menyatakan (15/4) bahwa pihaknya memprotes beberapa langkah diplomat Iran di Mesir yang dinilai tidak sesuai dengan kode etik diplomatik.

Jubir Kemlu Kudeta Mesir, Badr Abdul ‘Athi menyatakan bahwa Asisten Menlu Kudeta Urusan Asia, Ahmad Ismail, telah memanggil Kepala Konsulat Iran di Cairo, Mujtaba Amany, untuk menyampaikan keberatan dan protes pihak Mesir tersebut.

Menurutnya, Kemlu Kudeta Mesir menyampaikan secara langsung kepada Amani agar diplomat Iran memperhatikan aturan-aturan diplomatik, khususnya kesepakatan untuk tidak mencampuri urusan dalam negeri masing-masing negara.

Abdul ‘Athi lebih lanjut tidak menjelaskan dengan rinci kegiatan para diplomat Iran di Mesir yang dinilai telah melanggar kaidah-kaidah diplomasi yang disepakati secara internasional.

Meskipun demikian, kantor berita Fars News Agency milik Iran menyebutkan (16/4) bahwa Kemlu Kudeta Mesir keberatan dengan kegiatan sejumlah diplomat Iran di Mesir beberapa waktu lalu yang dinilai telah keluar dari kegiatan-kegiatan yang diperbolehkan bagi diplomat asing di Mesir.

Di antara kegiatan yang dianggap melanggar tersebut adalah pertemuan dengan sejumlah figur yang dinilai berafiliasi kepada Ikhwanul Muslimin.

Mesir dan Iran tidak memiliki hubungan diplomatik yang harmonis setelah Mesir memberikan suaka kepada Shah Iran, Muhammad Reza Pahlevi, dan menandatangani perjanjian damai dengan Israel tahun 1979. (islammemo/rem/dakwatuna)

About these ads

Redaktur: Rio Erismen

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 9,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Rio Erismen
Alumnus Universitas Al-Azhar Cairo dan Institut Riset dan Studi Arab Cairo.

Lihat Juga

Mesir Tangkapi Nelayan Palestina dan Menyerahkannya ke Israel