Home / Berita / Internasional / Afrika / Bersikap Objektif dan Ilmiah, Dr. Muhammad Imarah Diintimidasi Kantor Syeikh Al-Azhar

Bersikap Objektif dan Ilmiah, Dr. Muhammad Imarah Diintimidasi Kantor Syeikh Al-Azhar

Pemikir islami Mesir, Dr. Muhammad Imarah, yang telah menulis puluhan buku (aljazeera)
Pemikir islami Mesir, Dr. Muhammad Imarah, yang telah menulis puluhan buku (aljazeera)

dakwatuna.com – Mesir. Pemikir Islami terkenal dari Mesir yang saat ini menjabat sebagai pemimpin redaksi Majalah Al-Azhar (diterbitkan lembaga keislaman Al-Azhar Mesir), Dr. Muhammad Imarah, melalui anaknya Dr. Khalid Imarah, mengaku (14/4) mendapatkan tekanan dan intimidasi dari kantor Syeikh Al-Azhar (pemimpin tertinggi), Ahmad Thayib.

Dr. Khalid Imarah yang berprofesi sebagai dokter bedah tulang, dalam akun jaringan sosial facebook-nya menyatakan bahwa Dr. Muhammad Imarah diintimidasi untuk mengubah muatan yang terkandung dalam Majalah Al-Azhar (agar tidak bertentangan dengan kudeta militer) atau mundur dari posisinya sebagai pemimpin redaksi majalah ilmiah tersebut.

Menurut Dr. Khalid, hal tersebut sangat memalukan dan semakin memperburuk citra Al-Azhar mengingat Dr. Muhammad Imarah hanya fokus pada objektifitas keilmuan dan intelektual, dan tidak melakukan intrik-intrik permainan politik dan tipu daya ,sebagaimana hal yang sering dilakukan pegawai pemerintahan atau politisi.

Dr.Muhammad Imarah sangat berat hati meninggalkan jabatan sebagai pemimpin redaksi tersebut mengingat upaya seriusnya selama ini untuk mengubah majalah tersebut menjadi bacaan berkualitas dan rujukan ilmiah, setelah sebelumnya tidak dilirik sama sekali oleh para pembaca.

Meskipun demikian, Dr. Khalid Imarah menyatakan bahwa diri dan keluarganya telah meminta sang ayah agar meninggalkan saja jabatan tersebut, dan fokus berkarya sebagai pemikir dan penulis yang produktif, bukan pegawai yang disibukkan oleh jabatan dan gaji.

Lebih lanjut, Dr. Khalid menyindir langkah pemerintah kudeta, melalui para khatib Jumat yang ditunjuk Kementerian Wakaf (Agama) Kudeta, mengajari masyarakat Mesir untuk menghemat listrik, energi, dan air, sementara berbagai klub dan hotel yang dimiliki oleh militer dan pengusaha media dibiarkan (tidak dikritik) boros memakai listrik dan air untuk kepentingan usahanya. (islammemo/rem/dakwatuna)

About these ads

Redaktur: Rio Erismen

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Rio Erismen
Alumnus Universitas Al-Azhar Cairo dan Institut Riset dan Studi Arab Cairo.
  • Sejuki

    Betul kata anaknya. Mundur saja dari jabatan itu, daripada makan hati dan bertentangan dg hati nurani. Berfikir obyektif dan ilmiah kok malah gak dibenarkan bahkan diintimidasi. Universitas Al Azhar mau dibawa kemana oleh petinggi-petingginya?

    Korslet abisss deh…!!!

Lihat Juga

ilustrasi (inet)

Vonis 17 Tahun Untuk Mahasiswa Penentang Kudeta

Organization