Home / Berita / Daerah / Demi Lulus Paket-C, Kakek 54 tahun ini Tak Malu ikut UN

Demi Lulus Paket-C, Kakek 54 tahun ini Tak Malu ikut UN

Seorang Pria Lanjut Usia sedang mengikuti UN (ilustrasi) - (Foto: okezone.com)
Seorang Pria Lanjut Usia sedang mengikuti UN (ilustrasi) – (Foto: okezone.com)

dakwatuna.com – Depok.  Hari ini, ribuan pelajar sekolah menengah atas menjalani ujian nasional (UN). Tak terkecuali seorang kakek berusia 54 tahun di Depok, Jawa Barat yang tetap semangat menjalani ujian khusus paket C, di Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat.

Tak ada kata terlambat dalam belajar. Kalimat ini tentu sangat berlaku bagi Hadi Suarno, 54 tahun. Dirinya tampak tak canggung mengerjakan soal-soal UN paket C atau setara SMA.

Bersama dengan sejumlah peserta ujian lainnya, sang kakek pun berbaur dengan para peserta yang usianya jauh lebih muda darinya. Satu persatu, soal pun dikerjakan Hadi. Meskipun sesekali tampak kesulitan menjawab soal.

Hadi adalah peserta ujian paket C yang masih semangat mengikuti ujian di usianya yang sudah tidak lagi muda. Dia mengaku masih terus bersemangat mengikuti ujian lantaran pada 1982, dirinya sempat mengikuti ujian namun tidak lulus.

Pria yang sehari-harinya bekerja sebagai petugas kebersihan ini berharap agar pada ujian kali ini dirinya bisa lulus dan mendapatkan ijazah paket C setara SMA. Dia pun mengaku tidak malu harus mengikuti ujian bersama peserta ujian yang masih muda, karena menurutnya belajar itu tak ada batasnya. (okezone/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (18 votes, average: 8,50 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.
  • herawatini

    Kenapa harus malu, maju terus pantang mundur….nasibnya lebih beruntung dari anak sma (Jaya raya?) maaf kalo salah itu yang disebut siswa sekolah siluman, sungguh kasihan anak-anak itu, padahal sebagai murid sekolah swasta yang ecek2 mungkin untuk biaya sekolah juga orang tuanya terengah-engah mencarinya ….
    pengalaman pribadi punya anak asuh putri seorang penarik becak, ketika akan lulus SD kebetulan bapaknya bertemu saya dan mengeluh bahwa putrinya ingin sekali melanjutkan ke smp,namun dia tak berdaya, saat itu saya pun sedang dalam keadaan sulit, tidak ada uang lebih, tapi rasanya ingin sekali menolong namunmun apa daya namun alhamdulillah doa kami didengar yang kuang kuasa alhasil seorang tetangga mewakafkan uangnya 400 ribu,tidak cukup memang namun serasa disambung nafas ucap bapaknya…..Sekarang anak itu sudah duduk di kelas 3 smp,dan alhamdulilah ada keluasan rizki padaku, jadi aku bisa menyumbang sejumlah uanguntuknya melanjutkan ke sma.kemarin bapaknya bilang padaku bu,uang itu hanya tersisa 500 ribu, karena harus digunakan untuk membayar biaya perpisahan dan menebus ijazah.nyes rasanya dengar itu sedih banget haruskah…….

Lihat Juga

haji rajab

(Video) Subhanallah, Kakek Palestina Berumur 125 Tahun Ini Punya 350 Cucu

Organization