Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Ketika Cinta Merajut Asa

Ketika Cinta Merajut Asa

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Kampanye terbuka PKS di Gelora Bung Karno (GBK), Ahad (16/3). (Foto: viva..co.id)
Kampanye terbuka PKS di Gelora Bung Karno (GBK), Ahad (16/3). (Foto: viva..co.id)

dakwatuna.com – Saat perang opini media dan saling klaim membuat penat pikiran ini, asa menyapa, “Jangan pikirkan apa kata orang.” Kala penghitungan suara menuntut mata ini terus berjaga, asa membisikan, “Sabar ya, semoga semua berbuah pahala.” Ketika jiwa ini dirundung was was karena ancaman diteror, asa berucap, “Jangan pernah takut tuk bela kebenaran.”

Ketika amunisi yang ada di saku mulai mengering, asa bertutur, “Rizki Allah Maha Luas, tak terbatas.” Ketika orang bilang PKS kalah, asa memotivasi, “Tak ada kata kalah dalam memperjuangkan kebenaran.” Saat seluruh tubuh terasa lelah, asa pun menasihati, “Perjuangan belum selesai.” Ketika merasa perjuangan tidak didukung partai Islam yang lain, asa meyakinkan jiwa dengan sentuhan iman, “Allah selalu bersamamu.”

Ya, asa selalu hadir dalam hidup kita. Asa selalu memompa energi positif kita. Asa datang dan menjadikan nafas perjuangan ini panjang dan tak pernah hilang. Aasa selalu menghadirkan visi akhirat setiap saat. Asa menjadi obat mujarab yang selalu tersedia. Asa itu hadir karena cinta. Ya… cinta. Sekali lagi, karena cinta.

Cinta lahir batin diri ini kepada dakwah dan partai dakwah yang telah menyadarkan diri ini akan arti kehidupan yang sesungguhnya. Cinta yang telah mengajari banyak hikmah dalam perjalanan dakwah ini.

Cinta yang selalu meyakini akan balasan Allah dari setiap kebaikan. Cinta yang tahan ketika peluh yang membasahi tubuh karena terik panas. Cinta yang menjadikan tubuh selalu hangat ditengah badai dan angin kencang. Cinta yang membuat jiwa ini tenang karena semua muara hidup kita pada akhirnya bermuara kepada Dzat Yang Maha Segalanya.

Dzat yang tidak pernah lengah atas semua amal baik hamba-Nya. Dzat yang menjanjikan kepada hamba-Nya akan surga-Nya yang tak terbayangkan keindahannya. Cinta yang menghadirkan asa. Asa yang menghantarkan jiwa menuju dekapan-Nya di surga nanti.

About these ads

Redaktur: Pirman

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (5 votes, average: 8,80 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
H. Muhammad Adih Amin, Lc. MA
Manager SMPIT Thariq Bin Ziyad Boarding School Kabupaten Bekasi Sejak Tahun 2011. Menamatkan gelar S2 di Universitas Islam Umdurman, Sudan. Pernah menjabat sebagai Dosen di STAI Bani Saleh bahkan juga sebagai Narasumber radio Gema Annisa 12.8 FM dan acara solusi islam di Badar TV Bekasi. Berbagai Pengalaman Organisasi yang pernah diikuti antara lain, sebagai Pimpinan redaksi majalah Fajar, Cairo Mesir dan Sekretaris Forum Mahasiswa Mesir Indonesia. Selain itu berbagai Training atau pelatihan yang pernah diikuti beberapa diantaranya Pelatihan zakat oleh PCNU Mesir, Penulisan Karya Ilmiah oleh IIIT Mesir, Training Heart Interlegence oleh lembaga SINERGI.

Lihat Juga

Mohammad Natsir

Jas Bertambal; Mohammad Natsir, Mencintai Indonesia, Dicintai Negeri Asing