Home / Berita / Internasional / Eropa / Paus Fransiskus Minta Maaf Atas Pelecehan Seksual oleh Sejumlah Pastor

Paus Fransiskus Minta Maaf Atas Pelecehan Seksual oleh Sejumlah Pastor

Paus Fransiskus - reformata.com
Paus Fransiskus – reformata.com

dakwatuna.com – Vatikan.  Paus Fransiskus menyampaikan permintaan maafnya atas pelecehan seksual terhadap anak-anak yang dilakukan oleh para anggota gereja. Ia mengatakan hal itu merupakan kerusakan moral yang diperbuat oleh orang-orang dari gereja. Atas hal itu, sanksi akan dijatuhkan.

Terkait dengan isu itu, pernyataan yang ia buat dalam pertemuan dengan kelompok pembela hak anak menjadi yang paling keras sejauh ini. Bulan lalu Paus menyatakan pembelaannya terhadap gereja, terkait kritik yang dikeluarkan oleh UN, PBB.

Tahun lalu Paus membentuk tim komite bantuan untuk korban pelecehan anak oleh anggota gereja. Namun sebagian umat Katolik menganggapnya terlalu lamban untuk mengakui parahnya kasus pelecehan di lingkungan gereja oleh pastor pedophil.

Paus Fransiskus mengatakan memang cukup banyak Pastor yang melakukan perbuatan amoral itu. Meskipun begitu, jelas jumlah itu tidak sebanding dengan jumlah pastor keseluruhan.

“Kami tidak akan mengambil satu langkah mundur berkaitan dengan bagaimana kita akan menangani masalah ini juga sanksi yang dijatuhkan, kami harus lebih kuat,” katanya, seperti yang dikutip  BBC.

Untuk sanksi itu sendiri, tahun ini Paus memperkuat hukum di Vatikan soal penganiayaan terhadap anak. Selain itu juga memperluas definisi kejahatan terhadap anak di bawah umur, untuk memasukkan kekerasan seksual terhadap mereka.

Dalam sebuah wawancara, Paus Fransiskus membela Gereja Katolik dengan mengatakan bahwa tidak ada seorang pun yang melakukan lebih (untuk menangani pelecehan seksual). Namun menurutnya gereja menjadi satu-satunya yang diserang. Pernyataan itu muncul setelah adanya laporan PBB yang menuduh Vatikan lebih mengutamakan untuk mempertahankan reputasi Gereja dan para pelaku pelecehan dibandingkan perlindungan terhadap para korban. (ROL/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (6 votes, average: 5,17 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.
  • Arif

    Fitrah bahwa manusia itu membutuhkan pasangan dilanggar sih

    • Gue!

      Bung kalo ga tau alasan adanya peraturan itu, ga tau tradisinya, ga tau latar belakang Kenapa Ada tradisi ini,, jangan asal komentar ya. :)
      Selibat bukan didasari dengan ‘melanggar fitrah manusia’. Itu pilihan, dan yang udh masuk ke Selibat sesuai dengan keputusannya. Makanya ga gampang. Yang tercela2 ini berarti ga Siap. Banyak kok yang Siap.

      Gerah gw, kayaknya indonesia mau ngusir semua non-Muslim. Ok lah, kalo emang pada ga suka kirim aja semua katolik ke Roma, lebih dihargai daripada di tanah kelahiran sendiri. Di sini pada nge-judge sembarangan. Ga ngaca.

      • Arif

        Saya tidak asal komentar kok, karena pada dasarnya manusia itu memang berpasang-pasangan bukan? Akan tetapi, saya kan cuma berkomentar, bukan memerintahkan untuk menghapus peraturan tersebut dari gereja. Kalaupun saya perintahkan, saya kan bukan siapa-siapa di gereja, jadi nggak ngaruh.

        • Gue!

          Iya, fitrahnya Bagi mayoritas manusia adalah berpasang2an. Tapi tidak menutup mata, Ada beberapa manusia yang tidak berpasangan, ditugaskan untuk Hal tertentu. Karena kebanyakan manusia difitrahkan dan dipastikan mempunyai pasangan, semua yang Berbeda dan terlihat tidak ‘seharusnya’ di salahkan. Padahal tidak seperti itu. Minoritas. Rahasia Tuhan siapa yang tahu. Iya komentar anda menyinggung, seakan menghakimi bawa ini salah.

          • Arif

            Kalau begitu saya mohon maaf. Tadinya saya pikir semua pembaca disini adalah muslim. Karena dalam Islam, hidup membujang itu memang teramat sangat tidak disarankan. Akan tetapi, kan tidak demikian halnya dalam Katolik.
            Terima kasih

          • Gue!

            Iya, terimakasih..

  • hadi mahidin

    yang saya tahu ( pendapat pribadi ) dalam organisasi ini pastilah ada pihak yang di untungkan ( shg membentuk aturan adanya kewajiban utk tidak kawin ) yah tentunya hal materi / jaminan pekerjaan, nah kalo hal itu aib dan mrk tau aturan nya kok sampe nya mrk melakukan itu , yah sudah keluar saja dan jadi orang bejat ( gak usah berkedok suci )

  • hadi mahidin

    Tuhan itu memang Universal adalah Tuhan semua umat manusia

Lihat Juga

Tanpa Perasaan, Charlie Hebdo Hina Bocah Aylan Kurdi yang Meninggal di Pantai Turki