Home / Berita / Nasional / Islam, Kekuatan Politik Indonesia

Islam, Kekuatan Politik Indonesia

Politik Religius (inet) - gazeta-shiqip.com
Politik Religius (inet) – gazeta-shiqip.com

dakwatuna.com – Jakarta.  Kekuatan Islam di Indonesia tidak bisa diremehkan. Ajaran yang dibawa Rasulullah ini tetap menjadi pijakan berbagai aspek kehidupan, termasuk politik.

Sekjen PKB, Imam Nahrawi, menyatakan keberhasilan partainya mendongkrak perolehan suara hingga 100 persen sangat bergantung kepada Islam kultural di Indonesia. Islam yang diterapkan pihaknya menyatu dalam kultur keindonesiaan sehingga menjadi keluhuran yang diterima semua pihak.

“Kesantunan, apresiasi, membaur, dan menyatu dengan semua kalangan,” jelas Nahrawi menjelaskan nilai keislaman yang menjadi modal pendekatan kultural partainya, saat dihubungi, Sabtu (12/4). Islam yang menjadi sumber gerakannya bukanlah yang menghakimi kultur masyarakat Indonesia. Nilai keislaman dijadikan ruh kehidupan. Hal itu menjadi sumber gerakan, bahkan nafas kehidupan.

Nilai ketuhanan menjadi dasar spiritual. Aspek kemanusiaan, seperti kebersamaan, tumbuh dan menguat dalam sebuah keluhuran perilaku berbangsa dan bernegara. Keislaman seperti ini jauh dari kekakuan, sebagaimana Islam normatif yang menyebabkan umat terjerembab dalam penghakiman kultur setempat. Pemahaman berbasis kultur dipenuhi kesantunan.

Islam akhirnya menjadi kekuatan yang memikat masyarakat Indonesia secara keseluruhan. Ini kemudian menjadi kekuatan politik luar biasa. “PKB menerapkan Islam kultural sebagaimana diajarkan sesepuh kami,” imbuhnya.

Wasekjen PAN, Kuntum Khairu Basa, menjelaskan, Islam menjadi kekuatan penghapus kolonialisme. Massa dari berbagai kalangan dapat dimobilisasi dengan pemahaman ini, karena nilai sosial dalam Islam menyatukan semua pihak. Hal ini menjadikan Islam sebagai kekuatan politik selalu dinamis.

Pada pemilu Indonesia pertama kali ada partai NU, masyumi, dan lainnya, mendapat dukungan yang besar. Sekarangpun partai Islam masih seperti itu, sehingga berposisi cantik untuk dilamar. “Tidak ada matinya,” papar Kuntum.

Dia menyatakan politik Indonesia tidak bisa dipisahkan dari kekuatan Islam. “Tidak bisa diremehkan,” imbuhnya. Islam dan politik bagi Indonesia, ibarat dua sisi mata uang. Hal ini adalah keniscayaan, dan harapan akan perubahan menuju Indonesia penuh kemajuan. (ROL/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 1,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.
  • BramSonata

    Keblingernya orang Islam yg berpolitik praktis dengan membawa bawa kebesaran dan keagungan Islam, adalah Islam dibawa bawa keranah yg penuh maksiat, misalnya nafsu kekuasaaan, nafsu jabatan, dan nafsu nafsu-nafsu lainnya yg secara keseluruhan sangat bertolak belakang dengan APA yg DIKEHENDAKI Islam, oleh karenanya tidak mengherankan orang orang Islam yg –saat ini sedang –berpolitik praktis dengan membawa bawa Islam, seperti orang mabuk yg tidak mabuk, orang gila yg tidak gila, yg tertinggal hanya angan-angan, hingga melalaikan kewajiban perintah Islam.

Lihat Juga

Muslim membagi-bagikan Al-Quran di Eropa. (islammemo.cc)

Austria Larang Pembagian Al-Quran