Home / Berita / Nasional / PENS ‘Effiro’ Indonesia Kalahkan Israel dan AS

PENS ‘Effiro’ Indonesia Kalahkan Israel dan AS

Politeknik Elektronika Negeri Surabaya
Politeknik Elektronika Negeri Surabaya

dakwatuna.com – Surabaya. Tim Robot PENS “EFFIRO” yang menjadi juara lomba robot pemadam api internasional “Trinity College Fire Fighting Home Robot Contest 2014” di Trinity College, Hartford, Connecticut, AS, 5-6 April 2014, mampu mengalahkan tim-tim Israel dan Amerika.

“Kami bangga, karena mampu menjadi juara dalam lomba yang baru pertama kali diikuti PENS, apalagi menyisihkan tim-tim hebat dari Israel dan Amerika,” kata anggota Tim Robot EFFIRO Saiful Fatoni di sela-sela penyambutan kedatangan tim PENS oleh Mendikbud Mohammad Nuh di Terminal 2 Internasional Bandara Juanda Surabaya, Rabu (9/4) malam.

Mahasiswa Teknik Mekatronika (D4) PENS itu mengaku Tim Israel merupakan juara tahun lalu, tapi PENS akhirnya mampu mengalahkan puluhan robot pemadam api dari enam negara, yakni Israel, AS, Kanada, Kuwait, Armenia, dan Indonesia, bahkan capaian waktunya meninggalkan robot lainnya.

“Peserta divisi beroda ada 54 robot, sedangkan kelas berkaki ada lima robot. Ikhtiar kami tidak sia-sia, meski kami harus mengurangi waktu istirahat untuk mengumpulkan bonus (penilaian) dan mempelajari strategi lawan melalui tayangan video tim lawan. Kami juga sering melakukan uji coba robot dan banyak berdoa,” katanya.

Sementara itu, dosen pembimbing Tim PENS Eko Henfri Binugroho MSc menyebutkan bahwa skor pertandingan dilihat dari kecepatan waktu dalam menyelesaikan tugas untuk memadamkan api yang dicapai “10 besar” menunjukkan Tim PENS sangat membanggakan.

“Tiga robot pemadam api kategori beroda dari PENS adalah tim ER2C (PENS) yang mencatat waktu 6,533 detik, tim EFFiRo (PENS) dengan waktu 8,55 detik, dan tim PENS (PENS) dengan catatan waktu 9,303 detik, sedangkan tim Panther dari Israel pada posisi keempat dengan rentang waktu yang tercapai cukup jauh yakni 25,746 detik,” katanya.

Untuk posisi kelima hingga ke-10 adalah Siliwangi 2.1 (Polban/36,117 detik), Gympy (46,568 detik), T3 (52,441 detik), Windows ME (80,391 detik), Lopsidol (178,646 detik), dan Theseus (615,954 detik).

“Untuk divisi “walking fire-fighting”, ada lima tim robot pemadam api kategori berkaki yang berlaga dengan hasilnya adalah Walking EFFiRo (20,967 detik/PENS), Yudhistira 1.1 (32,962 detik/Polban), Yudhistira 1.2 (43,418 detik/Polban), BrushFire (1.114,123 detik), dan Caitlin 2.0 (2.340 detik),” katanya.

Kebanggaan juga terlihat dalam raut wajah Mendikbud Mohammad Nuh ketika menyambut kedatangan tim robot PENS yang menjadi juara lomba robot pemadam api internasional itu di Terminal 2 Kedatangan Internasional Bandara Juanda Surabaya.

“Kami bangga bisa kembali menunjukkan kepada dunia bahwa mahasiswa dan perguruan tinggi Indonesia mampu bersaing di tingkat internasional,” kata Nuh sembari memberikan beasiswa kepada mahasiswa dan dosen pembimbing dalam tim itu.

Apalagi, anggota tim itu ada yang berasal dari penerima beasiswa Bidik Misi. “Itu membuktikan bahwa mereka dari keluarga tidak mampu pun bisa berprestasi jika diberi kesempatan, karena itu kita yang akan memberikan kesempatan itu,” katanya.

Tim PENS yang berangkat ke AS itu terdiri dari tiga mahasiswa, dua dosen pembimbing, dan seorang official. Ketiga mahasiswa adalah Mughni Syahid (D3-Elektro Industri), Derry Pratama (D4-Teknik Komputer) dan Saiful Fatoni (D4-Teknik Mekatronika). Tim EFFIRO itu dibimbing Eko Henfri Binugroho MSc dan Rahardita Widyatra Sudibyo S.ST.

Tim EFFIRO yang dikawal seorang official yakni Dr Endra Pitowarno M.Eng (pakar robotika PENS) itu membawa tiga robot beroda yang didaftarkan dengan nama dan karakteristik serta strategi yang berbeda yakni PENS, Senior EFFIRO dan ER2C.

Satu lagi Tim PENS yang tidak berangkat (robot berkaki) yang diberi nama Walking EFFIRO adalah Tim EILERO yang akhirnya menjadi juara pertama ada divisi robot berkaki.
Tim EILERO beranggotakan Miftahul Arrijal Rifa’i (D4-Teknik Elektronika), Dany Preistian (D4-Teknik Komputer), Koris Pramita (D4-Teknik Elektronika), Ervanudin (D4-Teknik Mekatronika), Muchammad Chanif Qomaruddin (D4-Teknik Elektronika) dan Akhmad Zackarya Rizqy S. (D4 Teknik Elektronika).

Empat orang anggota tim adalah mahasiswa penerima beasiswa Bidik Misi, yakni Mughni Syahid (D3-Elektro Industri), Dany Preistian (D4-Teknik Komputer), Ervanudin (D4-Teknik Mekatronika), dan Akhmad Zackarya Rizqy S. (D4 Teknik Elektronika). (ROL/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 8,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Presiden AS terpilih, Donald Trumph (aa.com.tr)

Apakah Trump Akan Konsisten Dengan Janji Kampanye?