Home / Berita / Nasional / Haidar Nasir: Pilih Caleg dan Parpol yang Tidak Tunduk dengan Asing

Haidar Nasir: Pilih Caleg dan Parpol yang Tidak Tunduk dengan Asing

Ketua Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah, Haidar Nasir - muhammadiyah.or.id
Ketua Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah, Haidar Nasir – muhammadiyah.or.id

dakwatuna.com – Jakarta.  Umat Islam hendaknya memilih calon anggota legislatif (caleg) dan partai politik (parpol) yang tidak tunduk terhadap kepentingan asing pada pemilihan umum (pemilu) legislatif 2014 esok hari, Rabu (9/4).

Himbauan ini disampaikan cendekiawan muslim yang juga Ketua Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah, Haidar Nasir, saat dihubungi Selasa petang (8/4).

“Bangsa Indonesia ini bangsa yang besar dengan negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia, jadi banyak pihak-pihak asing yang tidak senang dengan persatuan dan kemajuan Indonesia,” tutur Haidar Nasir.

Mereka cenderung memaksakan kepentingan nasional-nya, ujar Haidar Nasir, kepada bangsa Indonesia, termasuk melalui lobi elit-elit politik. Padahal, kepentingan mereka dapat saja merusak persatuan dan kemajuan bangsa Indonesia.

Umat Islam harus waspada terhadap para caleg dan parpol yang tunduk terhadap kepentingan asing, papar Haidar, dan jangan memilih mereka.

“Umat Islam hendaknya memilih caleg dan parpol yang akomodatif terhadap kepentingan umat, serta sudah terbukti dan teruji komitmen dan pembelaannya terhadap Islam,” tegas Haidar.

Bangsa Indonesia, lanjut Haidar, membutuhkan caleg dan parpol yang mampu membawa bangsa ini maju secara beradab dan bermartabat, bukan maju tanpa aturan, bukan pula yang jalan di tempat. Kalau hanya jalan di tempat saja, untuk apa negara ini melaksanakan pemilu?

Haidar Nasir juga meminta umat Islam yang sudah memiliki hak pilih untuk menggunakannya secara bertanggung jawab dan tidak golput. Tepatnya dengan memilih caleg dan parpol yang selama lima tahun ini sudah terbukti dan teruji tidak berbohong, menipu rakyat serta merugikan negara.

Jadi, jelas Haidar, hendaknya umat Islam tidak memilih caleg yang pernah melakukan tindak pidana korupsi atau pencucian uang. Negara ini membutuhkan caleg yang bermoral, berintegritas, memiliki visi yang jelas dan melaksanakan ajaran Islam dengan baik dan benar. (ROL/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (3 votes, average: 4,33 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.
  • BramSonata

    Bagaimana –atau tips– untuk mengetahui si CALEG itu ANTEK ASING dan ASING yg dalam bentuk apa untuk dijauhi?? Inilah kelemahan s e b a g i a n (besar) ulama di Indonesia yg melarang sesuatu TANPA diberi tahu apa/bagaimana/siapa yg dilarang itu.
    Perlu dicatat: umat Islam(muslim) di negeri sebagian(besar/kecil) masih dalam kondisi umat yg takild (buta), cenderung menggemari legenda/mitos/khurafat, jumud, dan gemar mengkultuskan seseorang, yg seperti ini identik dengan menuhan-nuhankan seseorang.

  • BramSonata

    Menurut saya, CALEG /PILPRES yg wajib dan harus dipilih adalah seseorang yg bersih /murni TAUHID-nya, dan kelak dicap sebagai manusia “GILA/tidak waras” walaupun sebelumnya dia KORUPTOR kakap/penzina/penjudi/penipu ulung dan lainnya yg semakna.

    Oleh karenanya, cari (sampai dapat), calon calon pemimpin yg seperti ini : bersih/murni Tauhidnya, D i j a m i n dia akan sarat konsekwen dalam menerima amanah rakyat(umat Islam) bahkan umat yg masih dalam ke- k a f i r- an.

  • BramSonata

    Mengapa umat Islam di negeri ini DIPANDANGAN umat yg masih dalam kekafiran, derajadnya jauh lebih rendah daripada binatang? jawabannya: karena hampir semua umat sudah RUSAK TAUHIDnya, sehingga Allah tidak melimpahkan hidayah dan taufiqnya, walau setetes pun.
    Siapa yg bertanggung jawab keadaan seperti ini??? jawabannya para U L A M A!.

  • BramSonata

    Pertanyaannya : Mengapa Rasulallah SAW maksum? jawaban yg sederhana : Beliau BERSIH dan MURNI Tauhidnya, dan dalam kehidupannya sangat-amat- STERIL dari kemusrikan/kesirikan, dan dari sinilah saya mengambil kesimpulan, bahwa ahli sunnah wal jamaah, adalah umat Islam yg akidahnya persisi sama seperti akidahnya Rasulallah SAW. bukan hanya sekedar mengikuti sunnahnya atau melantunkan lantunkan salawat.

    Inilah nasehat saya untuk para ULAMA untuk mengingatkan umat Islam, jangan banyak omong apalagi memerintah kepada umat, kalau dasar (utama) akidahnya belum terpenuhi 100%. kemurniannya.

Lihat Juga

Teroris Indonesia Dibiayai Asing, DPP IMM: Pemerintah Harus Tegas