Home / Berita / Nasional / Pengamat: Boikot Televisi Milik Politisi

Pengamat: Boikot Televisi Milik Politisi

Siaran televisi (inet) - kompas.com
Siaran televisi (inet) – kompas.com

dakwatuna.com – Jakarta.  Pemerhati media Syaiful Halim menyarankan masyarakat untuk memboikot semua tayangan televisi yang berisi kampanye politik dari sang pemilik. Terutama, jika pemilik stasiun televisi  menggunakan frekuensi publik yang notabene dimiliki warga untuk kepentingan politiknya.

“Pindah kanal, jangan menyinggahi media yang berkaitan langsung dengan pemiliknya seorang politisi itu,” saran Halim, Senin, (8/4).

Seperti dilansir dari ROL, Dosen Universitas Mercu Buana ini menyarankan jika masyarakat sudah benar-benar jengkel dengan salah satu media televisi yang hanya menayangkan propaganda, masyarakat sebagai pemilik frekuensi bisa langsung melaporkan media tersebut ke Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) atau Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

“Bisa juga protes ke media yang bersangkutan,” katanya.

Syaiful menilai, semua televisi yang dimiliki para politisi sudah kehilangan independen dan profesionalisme serta sudah memberangus kredibilitas medianya sendiri. “Dan juga penyalahgunaan frekuensi milik publik,” katanya.

Saat ditanya berapa persen tayangan televisi yang layak konsumsi? Halim belum bisa menjawabnya. Kata pengajar Telkom Bandung itu, perlu riset untuk menjawabnya. Tapi televisi yang pemiliknya politisi harus dihindari. (sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 4,50 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Ilustrasi. (dakwatuna.com / hdn)

Mencontoh Nabi dalam Berpolitik

Organization