Home / Pemuda / Essay / 9 April Kami Menujumu

9 April Kami Menujumu

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (Foto: Sri Luhur Syastari)
Ilustrasi. (Foto: Sri Luhur Syastari)

dakwatuna.com – April, bulan yang paling kutunggu-tunggu. Debar kumenanti, sejak Januari menemui. April, bulan yang paling kutunggu-tunggu. Selain sebagai bulan kelahiran, dianya pula sebagai bulan penentuan: Apakah Indonesia akan putih? Atau abu-abu bak awan bergerombolan yang siap menumpahkan dengan segala kekuatannya -petir bersahut-sahutan-? Atau bahkan, Indonesia tak berwarna?

April, bulan yang paling kutunggu-tunggu. Di sinilah akan dilaksanakan Pemilu Legislatif. Mereka yang selama ini dikampanyekan, akan bertarung di laga demokrasi. Yang tulus akan siap menerima segala konsekuensi. Namun yang dadanya bergemuruh, bergejolak inginkan kekuasaan untuk mengayakan diri sendiri, sudah dipastikan hati dan pikirannya telah ternoda. Siap untuk mengeluarkan sikap dan kata-kata penolakan –anarkisme-, jika dirinya kalah dalam pesta tahun ini. Inilah, yang harus dihindari.

April, bulan yang paling kutunggu-tunggu. Untuk pertama kalinya, aku ikut andil dalam memilih. Untuk pertama kalinya, hak suaraku -insya Allah- akan kuberikan pada partai yang tepat. Yang membersamai Ibu dan Ayahku, juga membersamaiku hingga sekarang. Yang nasyid-nasyid untuknya terngiang di telinga, bahkan terkadang kunyanyikan di sudut sekolah, hingga kini di masa kuliah. Untuk tidak asal ikut-ikutan, aku telah mencoba menelisik lebih jauh Partai Keluarga Saya ini..

Bukan sekedar partai seperti di luaran sana. Melulu soal politik.  Tapi partai ini beda. Ia peduli keluarga, peduli dengan pendidikan agama dan juga pendidikan politik. Soal blusukan? Partai ini sudah jauh melangkah, sudah lebih dulu memeluk masyarakat. Hanya saja, partai ini sungguh sederhana. Mereka tak punya media untuk menyapa masyarakat setiap hari, mereka tak punya biaya untuk menyetak bendera banyak-banyak dan memampangkannya di setiap sudut kota atau sudut persimpangan jalan. Namun, mereka menyatakan kerja-kerja nyata. Bukankah itu yang rakyat butuhkan? Kinerja nyata, apapun yang terjadi. Inilah Partai Keluarga Saya.

Bisa saja aku menolak, namun hatiku urung melakukannya. Ini sudah lebih dari cinta. Indonesia, saksikan: PKS siap menjadi otak, hati dan tulang punggungmu. 9 April, bersiaplah. Kami menujumu.

About these ads

Redaktur: Pirman

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Sri Luhur Syastari
Seorang anak dan kakak yang mencintai langit terlebih senja, menyukai sastra terlebih puisi.

Lihat Juga

Pesan PKS kepada Peserta Aksi: Jaga Kebersihan dan Keindahan Taman Kota