Home / Berita / Internasional / Afrika / Dibayar 11 Miliar, Mantan First Lady Mesir Bersedia Diwawancarai TV Al-Nahar

Dibayar 11 Miliar, Mantan First Lady Mesir Bersedia Diwawancarai TV Al-Nahar

Mantan First Lady Mesir, Suzanne Mubarak (albawaba)
Mantan First Lady Mesir, Suzanne Mubarak (albawaba)

dakwatuna.com – Mesir. Harian yang terbit di Kuwait, Al-Watan, memberitakan (6/4) bahwa mantan First Lady Mesir, Suzanne Mubarak (71 tahun), istri pemimpin diktator Mesir yang terguling Husni Mubarak, bersedia diwawancarai saluran TV Mesir, Al-Nahar, dengan bayaran 1 juta dolar AS (sekitar 11 miliar rupiah).

Adalah Dr. Mostafa El-Fiqi, salah seorang kader utama Partai Nasional Demokrat yang dipimpin Mubarak semasa berkuasa, yang berhasil meyakinkan sang mantan ibu negara Mesir ini agar mau diwawancarai TV tersebut.

Suzanne Mubarak bersedia untuk diwawancarai dengan sejumlah persyaratan yang diajukannya, antara lain tidak membicarakan kesehatan Husni Mubarak, keadaan psikologi kedua putranya (Gamal dan Alaa Mubarak) yang menjadi terpidana kasus penyalahgunaan kekuasaan bersama Husni Mubarak, tempat bermukim Suzanne saat ini, atau seputar kehidupan pribadinya setelah Revolusi 25 Januari yang menggulingkan suaminya Husni Mubarak.

Sebelum rekaman wawancara dilakukan, Suzanne Mubarak meminta terlebih dahulu daftar pertanyaan yang akan diajukan nantinya. Berapa topik yang disebutkan akan dibicarakan dalam wawancara tersebut adalah berbagai program pemerintah yang dinilai berhasil pada zaman Mubarak, program gemar membaca yang digagas Suzanne sendiri, pendirian sejumlah sekolah, serta keberhasilan-keberhasilan Mubarak di tingkat regional dan internasional.

Sebelumnya Suzanne Mubarak juga pernah mendapatkan tawaran untuk diwawancarai TV Sky News dengan bayaran 2 juta dolar AS, tetapi ditolaknya dengan alasan tampil dalam tayangan TV asing akan berdampak negative terhadap dirinya, suami, dan anak-anaknya.

Jika berhasil dilakukan, maka wawancara TV ini merupakan penampilan pertama Suzanne Mubarak di hadapan publik pasca-penggulingan suaminya pada 11 Februari 2011 lalu. (islammemo/alwatan/rem/dakwatuna)

About these ads

Redaktur: Rio Erismen

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 5,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Rio Erismen
Alumnus Universitas Al-Azhar Cairo dan Institut Riset dan Studi Arab Cairo.

Lihat Juga

Kebutuhan Hidup Semakin Mahal, Seorang Warga Mesir Frustasi Dan Membakar Diri