Home / Berita / Internasional / Eropa / Dulu Dipecat Karena Jilbabnya, Kini Wanita Ini Memimpin Distrik di Turki

Dulu Dipecat Karena Jilbabnya, Kini Wanita Ini Memimpin Distrik di Turki

Foto Mustafa Kemal Attaturk di kantor Erdogan (pop10haber.com)
Foto Mustafa Kemal Attaturk di kantor Erdogan (pop10haber.com)

dakwatuna.com – Ankara. Empat belas tahun yang lalu, Fethiye Attlee, dipecat dari pekerjaannya. Setelah berkali-kali mendapatkan teguran karena jilbab yang dikenakannya. Dia pun harus membayar denda yang cukup banyak lantara “pelanggaran” yang dilakukannya itu.

Kini, seperti apakah Fethiye? Pemilu lokal di Turki beberapa hari menghadirkan kembali Fethiye dalam pemberitaan, tapi bukan karena jilbabnya. Kali ini media memberitakannya karena telah menjadi seorang pemimpin distrik Keban, di Turki. Seperti diberitakan Alukah, Sabtu (5/4/2014)

Fethiye dipecat dari kerjanya di instansi pemerintah setelah 10 tahun menjadi pegawai negeri. Hal yang sama juga dialami rekan-rekan wanitanya yang berjilbab. Peristiwa itu terjadi setelah dilakukannya kudeta pada tahun 1997 yang menggulingkan pemerintahan Necmettin Erbakan.

Para pengkudeta saat itu membatalkan kontrak kerja dengan para wanita berjilbab. Fethiye memperkarakan pemecatannya itu ke pengadilan, tapi ditolak. AK-Parti saat ini tidak hanya membebaskan wanita muslimah untuk mengenakan pakaian islami, tapi bahkan memenangkannya menjadi pemimpin. (msa/dakwatuna)

About these ads

Redaktur: M Sofwan

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (17 votes, average: 8,59 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

M Sofwan
Ketua Studi Informasi Alam Islami (SINAI) periode 2000-2003, Kairo-Mesir
  • Bambang Setiono

    Alhamdulillah….mereka membuat makar tapi Allah sebaik baik pembalas makar

  • Fâthûr Rïzký Prämùdyä

    Subhanallahhh….. perkataan ALLAH selalu benar Jilbab tak akan menurunkan rejeki, malah menambah rejeki pemaikannya ;)

Lihat Juga

Tolak lepas cadarnya, Seorang Muslimah Italia Didenda 434 Juta