Home / Berita / Nasional / Din Syamsuddin: Dalam Islam, Memilih Itu Kewajiban

Din Syamsuddin: Dalam Islam, Memilih Itu Kewajiban

Ketua Muhammadiyah, Din Syamsuddin - Foto: rimanews.com
Ketua Muhammadiyah, Din Syamsuddin – Foto: rimanews.com

dakwatuna.com – Jakarta.  Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin meminta masyarakat khususnya Umat Islam untuk tidak golput dalam Pemilu Legislatif 9 April mendatang. Dia mengimbau agar masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya dengan sebaik-baiknya.

“Dalam Islam, memilih itu kewajiban. Itu sudah sering disampaikan oleh banyak ulama-ulama,” kata Din, dalam sambutannya di pengajian bulanan Muhammadiyah, di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Jumat (4/4/2014) malam.

Hadir dalam acara bertema ‘Pemilihan Umum yang Damai, Aman, dan Bermutu’ itu, Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko dan Wakil Kepala Polri Komjen Pol Badrodin Haiti.

Menurut Din, aturan dalam Islam berbeda dengan peraturan yang diatur dalam undang-undang. Di undang-undang, memilih dalam pemilu adalah sebuah hak konstitusional.

“Dengan hak konstitusional itu, masyarakat bebas apakah mau menggunakan haknya atau tidak. Tapi dalam Islam, memilih adalah suatu kewajiban,” ujarnya.

Ia mengatakan, dengan banyaknya masyarakat yang menggunakan hak pilih, maka akan tercipta sebuah pemilu yang bermutu dan berkualitas. “Karena kalau tidak bermutu dan berkualitas akan menghasilkan parlemen yang tidak bermutu dan presiden yang tidak bermutu pula,” tambahnya.

Dengan kondisi saat ini, Din menyadari, masyarakat pesimistis dengan hasil pemilu karena tak yakin membawa banyak perubahan bagi bangsa dan negara.

“Terutama melihat caleg yang tampil, sekitar 80 persen adalah anggota parlemen sebelumnya. Dan parlemen terakhir ini belum mendorong perubahan dan perbaikan bangsa. Wajar kalau ada yang pesimis dan apatis. Tapi agama kita mengajarkan untuk selalu optimis,” papar Din. (kompas/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 1,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.
  • dedy

    Dasar hukum islamnya
    tolong disebutin Ji….

  • BramSonata

    Omongan ulama boleh diterima juga BOLEH DITOLAK, kecuali sabda/Perintah Rasulallah SAW.
    Kegiatan memilih dan dipilih dalam kegiatan politik manusia, saya mengatakan sebagai KATAGORI adat/tradisi, sehingga dengan mudah dapat disadari oleh semua umat Islam, memilih atau TIDAK memilih/dipilih, bukan haram/dilarang, sebagaimana fatwa MUI. sehingga MEMILIH wakil/pemimpin dalam PILEG/PILPRES bukan wajib, tetapi SUKARELA.

    Arena Politik itu identik arena pasar, dimana Rasulallah. saw, bersabda markas syetan/iblis ada di kompleks pasar. Ini terbukti, DS sendiri katanya presiden -nya Muhammadiyah, presidennya ulama se asia bahkan sejagad, masih bernafsu / bermimpi menjadi Presiden RI.

    Tidak ada politik yg bermutu/berkualitas, kalau banyak manusia/orang menghina/melecehkan Islam dimanapun, kapanpun, apapun dan bagaimanapun dan siapapun.

    • pampam

      begitu pula saran/fatwa ulama2 yg suka menghujat lebih pantas untuk tidak didengarkan atau tidak diikuti

Lihat Juga

Muhammadiyah Tetapkan Awal Puasa Ramadhan 6 Juni 2016