Home / Berita / Profil / Muji Rijani, Caleg dari Pesisir Kota

Muji Rijani, Caleg dari Pesisir Kota

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Muji Rijani. (Foto: Afifah Nusaibah)
Muji Rijani. (Foto: Afifah Nusaibah)

dakwatuna.com Ummi, begitulah ia di sapa oleh anak-anaknya. Ibu, sapaan akrabnya di sekolah saat mengajar murid-muridnya. Sederhana. Ya, keluarganya bukanlah keluarga pengusaha. Penghasilannya dan suami jika digabungkan sudah sangat pas-pasan untuk biaya sekolah dan jajan anak-anaknya.

Suaminya adalah seorang mantri desa. Anak yang pertama sudah menikah di usia 21 tahun, insya Allah akan memberinya cucu di bulan april yang penuh aroma kemenangan ini. Anak beliau yang kedua dan ketiga sedang belajar di luar kota. Tersisalah anak yang keempat dan kelima yang masih berusia 11 dan 3 tahun. Rumah selalu ramai dengan tawa keceriaan anak-anaknya.

Di usianya yang sudah menginjak kepala empat, ia diamanahi untuk mencalonkan diri sebagai anggota legislatif di kabupaten Lampung Utara. Ini kali kedua beliau menjadi Caleg dari partai dakwah. Pada pencalonannya yang pertama, Allah belum berkehendak memenangkannya.

Masa-masa kampanye sangat menguras waktu, tenaga, fikiran, uang, dan bahkan perhatian untuk anak-anaknya. Tak jarang, ketika sang anak yang sedang belajar di luar kota menelpon, singkat saja di jawabnya, “Ummi mau berangkat DS (Direct Selling, red) dulu ya.” Dan dengan senyum ringan sang anak menutup telponnya.

Daerah pemilihannya bisa dibilang masih jauh dari sentuhan pemerintah. Pernah beliau bercerita saat musim hujan kemarin, hanya ditemani suami dengan menggunakan motor harus mendatangi  daerah di pegunungan. Jalanan yang curam, tanjakan yang berkerikil dan terkadang tanah liat yang licinpun dilalui. Sempat beberapa kali terjatuh. Namun, alhamdulillah masih dalam perlindungan Allah.

Beberapa hari yang lalu, penulis sempat membaca status beliau di sebuah akun media sosial, “Hari ini sosialisasi paling deg-degan. Naik perahu kecil, subhanallah…  airnya banyak. Deg-degan juga baru pertama naik perahu”. Ah, beliaulah sosok wanita keadilan. Seperti dalam lirik nasyid Shoutul Harokah, “Perjuangan wanita keadilan, menjadi tiang Negara dan Agama, Madrasah bagi generasi masa depan, tangan mengayun siap songsong fajar Islam….”

Ya. Inilah bukti bahwa Caleg PKS bukanlah caleg biasa. Padahal partainya sering diuji dengan berbagai gaya namun sang Caleg tetap teguh dan gagah melangkah.

Melalui tulisan ini, saya hanya berharap doa. Doa dari para pembaca, semoga Caleg PKS di seluruh kota mendapat hasil yang terbaik di 9 April nanti, dan mampu menjalankan amanah yang diembannya. Termasuk sosok Ummi yang penulis ceritakan dalam tulisan ini.

About these ads

Redaktur: Pirman

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (4 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Mahasiswi LIPIA Jakarta | Garuda Keadilan | Gkreatip | KAMMI

Lihat Juga

Aksi 4 November Murni dari Masyarakat