Home / Pemuda / Essay / Gerakan Pemuda Menjelang Pemilu

Gerakan Pemuda Menjelang Pemilu

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (Foto: kaskus.co.id)
Ilustrasi. (Foto: kaskus.co.id)

dakwatuna.com Pesta demokrasi lima tahunan akan segera datang, hanya dalam hitungan hari mendatang.Berbagai spanduk, poster, bendera dan atribut partai lainnya seakan menjadi hiasan ‘wajib’ di setiap lekuk jalan yang terlewati. Mata kitapun termanjakan dengan tayangan televisi dan media sosial yang turut terwarnai oleh kampanye partai politik.

Ya.Ini benar-benar pesta yang besar.Pesta yang mencoba untuk mengajak seluruh warga Indonesia untuk berpartisipasi.Pesta yang menghabiskan banyak sekali dana. Dimana besaran dana itu, jika terkumpul bisa dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur ataupun kegiatan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Seakan terhipnotis oleh euphoria pesta lima tahunan ini, banyak masyarakat yang akhirnya tergoda untuk ikut meramaikan prosesi pergantian kepemimpinan Indonesia. Tak menjadi masalah, bahkan sangat baik ketika memang peserta pesta ini adalah mereka yang telah tercerdaskan, mereka yang rasional dalam memilih dan telah memiliki preferensi partai politik yang sesuai dengan ideologi dan cita-cita pribadinya demi mencapai Indonesia yang lebih baik.

Namun, bagaimana dengan mereka yang sekedar ikut-ikutan meramaikan pesta? Mengambil keuntungan sejenak dengan janji-janji manis calon pemimpin, menikmati suguhan-suguhan gratis yang diberikan dengan imbal balik memilih salah satu partai? Atau bagaimana dengan mereka yang sama sekali tidak ingin berpartisipasi dalam pesta ini? Mereka yang telah lelah dan tidak peduli lagi dengan perpolitikan negeri ini, mereka yang tidak memercayai partai manapun dalam memimpin negeri, atau mereka yang bahkan tidak tahu sama sekalidengan adanya pesta lima tahunan ini?

Salah satu fenomena menarik ialah, tahun ini telah muncul banyak pemilih muda, mereka yang baru pertama kali mengikuti pesta demokrasi ini dan memiliki semangat yang tinggi untuk memilih.Sayangnya, banyak juga diantara mereka yang tidak peduli dengan ajang pemilu ini. Lantas, bagaimana menyadarkan mereka? Menyadarkan bahwa tiap suara penting dan kita harus berpartisipasi dalam penentuan pemimpin yang amanah bagi Negeri ini?Di titik inilah, hadir berbagai gerakan pencerdasan politik oleh kaum pemuda.Mulai dari gerakan di media sosial dengan menggunakan hashtag, soft movement yang digerakkan oleh teman-teman mahasiswa, hingga kajian-kajian kepemudaan yang saat ini sangat intens membahas mengenai kepemimpinan bangsa dan partisipasi rakyat dalam menentukan arah bangsa ini.

Gerakan pencerdasan politik ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan angka partisipasi pemilu oleh kaum muda -khususnya mereka yang awalnya bersikap apatis dengan isu pemilu ini. Berbagai macam gerakan pencerdasan politik oleh kaum muda seakan mengatakan bahwa kalangan muda Indonesia telah lelah dan bosan dengan berbagai permasalahan yang melanda Negeri ini, dan menyatakan dengan tegas bahwa rakyat akan senantiasa mengawal prosesi pergantian pemimpin bangsa ini demi mencapai Indonesia yang lebih baik dengan terpilihnya pemimpin yang amanah dan terpercaya.

About these ads

Redaktur: Pirman

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Abdul Jabbar
Mahasiswa Ilmu Administrasi Niaga, Ketua Forum Studi Islam, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia

Lihat Juga

Jakarta Magnet Kepentingan, Warga Jakarta Harus Rasional Pilih Pemimpin