Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Never Ending Tarbiyah

Never Ending Tarbiyah

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (inet)
Ilustrasi. (inet)

dakwatuna.com Tarbiyah. Mungkin kata ini tidak asing lagi bagi teman-teman yang berada di lingkungan dakwah kampus. Banyak dari mereka yang terlibat dalam tarbiyah ini.

Tarbiyah merupakan salah satu hal yang paling diinginkan dan dirindukan setiap mahasiswa. Karena di dalamnya, kita tidak hanya dibina atau membina tapi juga saling menjaga, menasehati, mengingatkan, dan menyemangati. Maka tarbiyah merupakan momen yang indah. Kita bisa mendapatkan hangatnya persaudaraan dan juga ilmu yang bermanfaat.

Sebagai manusia, kitalah yang membutuhkan tarbiyah. Bukan sebaliknya. Oleh karena itu, teruslah berjalan dalam dekapan tarbiyah. Entah sebagai murabbi atau mutarabbi, surgakanlah peranmu dalam jalan tarbiyah.

Untukmu para murabbi.

Tetaplah surgakan peranmu. Karena ada ratusan hati, jutaan jiwa yang merindukan tegaknya kembali nilai-nilai Islam di bumi ini. Selalulah istiqomah di jalan ini. Karena bisa menjadi medan amal kita.

Untukmu para murabbi.

Kalian akan mendapat buah-buah dakwah dari peran yang antum lakukan. Cukuplah perkataan Syaikhul Abdullah Azzam ini menjadi penyemangat di jalan ini, “Biarlah mereka mengambil dunia. Sedangkan kita, cukuplah akhirat menjadi milik kita”.

Untukmu para mutarabbi.

Luruskan niatmu dalam tarbiyah ini. Biarkan nasihat dari ustadz Solikhin Abu Izzuddin sebagai penyemangat untuk kita, “Tarbiyah itu sama prosesnya. Tapi hasilnya bisa berbeda. Yang satu ingin banyak kawan. Yang kedua mau cari jodoh. Dan yang ketiga -semoga kita, anda dan saya- karena ingin membangun peradaban Islam”.

Untukmu para mutarabbi.

Bulatkan tekadmu untuk terus berada dalam tarbiyah ini. “Fa idzaa azzamta fatawakkal ‘alallah, jika kamu telah berbuat tekad maka bertawakallah kepada Allah”. Jadikan tarbiyah sebagai sebuah kerinduan; kerinduan akan surga. Jadikan tarbiyah untuk terus meningkatkan ilmu kita mengenai agama ini. Agar kita dapat meningkatkan kualitasamal, sehingga menjadi sebaik-baik amal, ahsanu ‘amalan’.

About these ads

Redaktur: Pirman

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (7 votes, average: 9,86 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Pradeka Brilyan
Mahasiswa pascasarjana IPB, suka membaca dan menulis. Bercita-cita menjadi dosen.

Lihat Juga

Membentuk Karakter Pemimpin yang Islami Sejak Dini