Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Tentara Allah

Tentara Allah

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (Foto: Ridwan Akbar)
Ilustrasi. (Foto: Ridwan Akbar)

dakwatuna.com Pasukan yang sigap, memiliki keberanian yang besar dalam menuntaskan misinya. Semangat juang dan syarat intelektualitaspun sudah mantap dikuasainya. Begitulah yang terjadi pada kisah nabi, sahabat, hingga salafussaleh. Misi akhirat yang mereka bawa, membuat para tentara Allah memiliki daya tahan yang besar dalam menghadapi tantangan dakwah.

Tentara Allah juga menyadari, bahwa setiap kebaikan yang mereka bawa pasti akan selalu ada objek penghalangnya. Entah itu dating secara tiba-tiba, maupun sudah seperti yang mereka perkirakan. Tapi, tentara Allah pandai mengelola konflik. Karena tabiat dasar kebenaran ialah kemenangan. Itu yang membuat kerja mereka obsesif, semangat mereka menggebu-gebu, tetapi dibarengi dengan kesabaran dan keimanan.

Tanpa disadari, bahwa umur Islam sudah mencapai 15 abad. Tapi apakah terbersit dalam benak kaum muslimin saat ini untuk mengembalikan kejayaan Islam pada abad pertengahan itu?

Abad pertengahan dibangun dengan kerja keras para tentara Allah. Yang merapatkan shafnya dalam solat, menangisi dosanya pada malam yang sunyi, dan membasahi bibirnya dengan dzikrullah. Hati mereka selalu terpaut dengan masjid. Masjid tidak hanya digunakan untuk hal yang bersifat ubudiyah, tetapi juga muamalah terhadap sesame manusia. Karena memang, kekuatan mereka tidak hanya diukur secara fisik, tetapi bagaimana kekuatan jiwa dan seberapa intens hubungannya dengan Allah.

Begitulah para tentara Allah dalam menjalani kehidupan dengan sukacita. Orientasinya pada Allah, membuat mereka melesat, membumbung tinggi ke angkasa.

About these ads

Redaktur: Pirman

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (4 votes, average: 8,50 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Ridwan Akbar
Mahasiswa Hubungan Internasional, FISIP UIN Jakarta.

Lihat Juga

Kelu Lidah di Lelantai Haramain