Home / Berita / Internasional / Eropa / Kemenangan AK-Parti Angin Sejuk Bagi Palestina, Mesir dan Suriah

Kemenangan AK-Parti Angin Sejuk Bagi Palestina, Mesir dan Suriah

Perdana menteri Erdogan dan presiden Mursi (zamnpress.com)
Perdana menteri Erdogan dan presiden Mursi (zamnpress.com)

dakwatuna.com – Ankara. Kemenangan AK-Parti dalam pemilu lokal di Turki Ahad (30/3/2014) yang lalu mempunyai efek dalam krisis politik dan kemanusiaan yang sedang terjadi saat ini terutama di negara-negara Arab, Palestina, Mesir dan Suriah. Demikian ditulis Khalid Musthafa dalam artikelnya di situs Al-Muslim, Senin (1/4/2014) yang lalu.

Bagi rezim Asad di Suriah, kemenangan ini merupakan pukulan yang sangat berat. Asad sangat ingin partai oposisi sekular menang dalam pemilu lokal kemarin. Jika partai sekular menang, maka Turki tidak lagi memberi dukungan kepada para pejuang revolusi di Suriah. Hal itu juga akan mengurangi tekanan dunia internasional kepada rezim yang telah melakukan tindakan-tindakan keji kepada rakyatnya sendiri.

Erdogan memang tidak mau sekadar menonton apa yang sedang berlangsung di Suriah. Walaupun sikapnya tersebut memberikan ancaman keamanan di wilayah perbatasannya. Erdogan selalu menyampaikan kebenaran kepada dunia internasional tentang apa yang sebenarnya terjadi di Suriah. Dia juga secara langsung meminya Asad untuk mundur dan tunduk kepada kehendak rakyatnya.

Dalam kasus Mesir, Erdogan tidak menerima begitu saja pemakzulan yang dialami oleh Presiden Mursi. Muhammad Mursi menjadi presiden pertama yang dipilih oleh rakyatnya sepanjang sejarah Mesir. Erdogan tampil dominan setelah peristiwa pembantaian di R4BIA pertengahan Agustus tahun silam. Bahkan Erdoganlah yang mempopulerkan simbol R4BIA ke dunia internasional beberapa hari setelah peristiwa tersebut yang menunjukkan keteguhan para pendukung pemerintahan yang sah dan suksesi demokrasi.

Jauh sebelum krisis Mesir dan Suriah, Erdogan telah menunjukkan sikap seorang pemimpin dunia yang membela kemerdekaan bangsa Palestina. Dialah yang telah menuntut dunia internasional untuk membuka akses ke Jalur Gaza yang saat itu diblokade dan mengalami krisis kemanusiaan. Peristiwa dramatis “Mavi Marmara” adalah rekaman hidup bagaimana lembaga-lembaga kemanusiaan dunia yang dipelopori Turki berusaha menembus Gaza dan dihalangi oleh militer Israel.

Kemenangan AK-Parti tentunya akan memberikan harapan adanya pemimpin yang akan membela kepentingan dunia Islam yang sedang mengalami kondisi darurat saat ini. (msa/dakwatuna/almoslim)

About these ads

Redaktur: M Sofwan

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (10 votes, average: 9,60 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

M Sofwan
Ketua Studi Informasi Alam Islami (SINAI) periode 2000-2003, Kairo-Mesir
  • Muhamad Soleh

    Semoga di Indonesia juga Lahir pemimpin Muslim yang Taat Ibadah dan Takut kpda Allah Swt. Amin….

Lihat Juga

Sebelum Lengser, Obama Diminta Mantan Presiden AS Ini Akui Negara Palestina