Home / Berita / Internasional / Eropa / Muslim Tatar Paling Nasionalis di Ukraina

Muslim Tatar Paling Nasionalis di Ukraina

Salah satu demonstrasi Muslim Tatar Krimea mempertahankan kesatuan Ukraina (aljazeera.net)
Salah satu demonstrasi Muslim Tatar Krimea mempertahankan kesatuan Ukraina (aljazeera.net)

dakwatuna.com – Simferopol. Hingga akhir-akhir ini, sebenarnya Ukraina masih menaruh curiga kepada bangsa Tatar yang merupakan penduduk Muslim di Semenanjung Krimea. Kecurigaan itu terkait nasionalisme mereka kepada Ukraina. Ada persepsi bahwa Tatar adalah bangsa yang dari dulu ingin memerdekakan diri dari Ukraina, seperti pada abad-abad pertengahan dulu. Demikian ditulis Mohammad Safwan Jolak, di Ukraina Press, Senin (31/3/2014) yang lalu.

Hal yang membuat Tatar dizhalimi dan diusir dari Semenanjung Krimea juga adalah tuduhan “pengkhianatan” selama Perang Dunia II. Pada tahun 1944, Uni Soviet mengusir mereka dengan massal dan paksa, walaupun pada tahun 1967 parlemen Rusia memutuskan bahwa Tatar sebenarnya tidak berdosa. Namun demikian, mereka tetap tidak dibolehkan kembali ke kampung halaman mereka.

Kasus terakhir, yaitu referendum disintegrasi Krimea dari Ukraina, telah menunjukkan kepada warga Ukraina siapa sebenarnya bangsa yang nasionalis. Mereka baru menyadari bahwa Tatar Krimealah yang berjuang mempertahankan Semenanjung Krimea tetap sebagai salah satu wilayah Ukraina. Bangsa  inilah yang menolak dengan tegas semua langkah Rusia mencaplok wilayah strategis ini. Di antaranya, mereka memboikot referendum 16 Maret 2014 yang lalu.

Beberapa kalangan pimpinan Tatar sendiri telah merasakan bahwa Kiev saat ini sudah merubah sikapnya. Parlemen Ukraina secara resmi telah menetapkan bahwa Tatar adalah penduduk asli Krimea. Status ini tidak pernah mereka dapatkan sejak Ukraina merdeka tahun 1991 yang lalu.

Selama ini berbagai masa pemerintahan Ukraina selalu mengabaikan hak-hak bangsa Tatar Krimea. Mereka sangat sungkan membahas tentang hak bangsa ini untuk kembali ke kampung halaman dan mengembalikan hak-hak mereka yang sejak dulu dirampas. Namun saat ini Ukraina nampak begitu memperhatikan mereka. Karena dalam pikiran mereka, hanya bangsa inilah harapan mereka bertahannya Semenanjung Krimea menjadi bagian dari Ukraina. (msa/dakwatuna/ukrainepress)

About these ads

Redaktur: M Sofwan

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

M Sofwan
Ketua Studi Informasi Alam Islami (SINAI) periode 2000-2003, Kairo-Mesir
  • muslim

    muslim selalu menjadi pembela negeri

Lihat Juga

(Video) Luar Biasa, Anak Kecil Ini Mampu Bicara Dengan 7 Bahasa