Home / Narasi Islam / Sosial / Mengapa Harus Belajar Sejarah?

Mengapa Harus Belajar Sejarah?

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (Foto: kubepublishing.com)
Ilustrasi. (Foto: kubepublishing.com)

dakwatuna.comApa itu sejarah? Sejarah adalah zaman di mana manusia mengenal tulisan. Tulisan tersebut menjadi pembeda antara zaman prasejarah dengan zaman sejarah. Ketika zaman sejarah dimulai, manusia menggunakan tulisan sebagai bahasa komunikasi. Tanpa tulisan, kita tidak akan tahu peristiwa yang terjadi baik di masa lalu maupun di masa sekarang. Tanpa tulisan juga, ilmu-ilmu yang ditulis oleh para ilmuwan tidak akan pernah berkembang sampai seperti sekarang, kecuali oleh orang-orang tertentu saja.

Al-Quran pun berbicara tentang sejarah. Di dalam ayat-ayat Al-Quran diceritakan bagaimana kisah perjuangan para nabi-nabi Allah dalam menegakkan tauhid di muka bumi. Selain itu, juga ada kisah hikmah yang dapat menjadi teladan hidup bagi seluruh umat manusia, contohnya adalah Luqman yang mengajarkan kebaikan kepada anaknya. Meskipun bukan seorang nabi, Luqman diabadikan di dalam Al-Quran dengan surat Luqman. Sejarah kehancuran umat terdahulu juga diceritakan dalam Al-Quran, seperti kisah hancurnya Kaum ‘Ad, Tsamud, Saba’, dan balatentara Fir’aun.

“Maka tatkala mereka membuat Kami murka, Kami menghukum mereka lalu kami tenggelamkan mereka semuanya (di laut), dan Kami jadikan mereka sebagai pelajaran dan contoh bagi orang-orang yang kemudian.” (Az-Zukhruf: 55-56).

Fungsi Sejarah

Salah satu fungsi sejarah adalah sebagai pelajaran bagi orang-orang yang datang kemudian atau generasi berikutnya. Mengapa? Contohnya dari kisah dari Al-Quran yang menceritakan kaum-kaum yang ingkar kepada ayat-ayat Allah sehingga dibinasakan. Dari kisah tersebut bisa dipelajari karakter kaum tersebut, bagaimana kebudayaannya, bagaimana kehidupan sosialnya, sebab-sebab bangsa tersebut dimusnahkan dan sebagainya. Sejarah juga bisa dijadikan sebagai evaluasi bagi masyarakat untuk memperbaiki dan menghilangkan kejelekan yang telah dilakukan oleh generasi di masa lalu. Selain itu, sejarah juga sebagai pembanding kehidupan masa lampau dengan masa modern.

“Dan (telah Kami binasakan) kaum Nuh tatkala mereka mendustakan rasul-rasul. Kami tenggelamkan mereka dan kami jadikan (cerita) mereka itu pelajaran bagi manusia. Dan Kami telah menyediakan bagi orang-orang zalim azab yang pedih.” (Al-Furqan: 37).

Mengapa Harus Belajar Sejarah?

Sejarah sebagai bahan pembelajaran manusia akan perjalanan peradabannya dari mulai Nabi Adam diciptakan. Tujuan mempelajari sejarah yaitu agar kita mengetahui dan memahami akan pentingnya kisah-kisah peradaban di masa lalu sehingga masyarakat tersebut bisa tahu akan asal usul bangsa, budaya dan agamanya. Dari sejarah, kita bisa mengetahui dan memahami peristiwa penting di masa lalu yang sangat berpengaruh bagi kehidupan di masa sekarang.

Contohnya adalah sejarah Indonesia merdeka. Jika kita tidak mengetahui sejarah tentang bangsa kita sendiri, akankah kita tahu asal muasal bangsa kita? Jika kita tidak mengetahui sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia, kita tidak akan pernah tahu betapa besarnya jasa pahlawan yang memperjuangkan agama dan bangsa dari tekanan imperialisme penjajah Eropa. Jika orang-orang di masa lalu tidak memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, akankah kita merdeka seperti sekarang ini?

Dari sejarah kemerdekaan Indonesia dengan pengorbanan yang dilakukan oleh syuhada untuk membela agama dan tanah air, apa yang dapat kisah simpulkan dari peristiwa tersebut? Jika kita sudah mengetahui makna di dalamnya, yaitu makna begitu berharganya kemerdekaan, tentu semangat kita untuk berjuang akan terbangkitkan.

Islam yang dibawa oleh The Best Men in The WorldMuhammad Saw. membawa perdamaian di seluruh penjuru dunia. Rasulullah Saw. begitu penuh semangat dalam menyebarkan ajaran tauhid (mengesakan Allah) ke seluruh penjuru dunia. Dari awal kemunculannya, dalam waktu sekitar tiga puluh tahun saja, Islam sudah bisa mengalahkan dua negara superpower yang ada saat itu : Kekaisaran Romawi dan Kerajaan Persia. Jika kita tidak mengetahui sejarah Rasulullah dan para sahabat dalam memperjuangkan Islam agar tegak di muka bumi, akankah hati kita tergerak untuk membela Islam?

Dari sejarah perjuangan Rasulullah SAW kita dapat mengambil pelajaran bagaimana strategi dakwah, strategi perang, keteladanan beliau sebagai model kebaikan umat, motif perjuangan beliau, dan hal lainnya. Dengan belajar sejarah, kita bisa membandingkan kondisi umat terdahulu dengan umat sekarang sehingga kita bisa memperbaiki kekurangan yang ada di masyarakat. Dengan belajar sejarah pula (khususnya sejarah Islam), akan timbul rasa untuk menegakkan syariat Islam yang sempurna, minimal menerapkannya kepada diri sendiri.

Hati-Hati dengan Distorsi dan Deislamisasi Sejarah

Untuk sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia, Ahmad Mansur Suryanegara dalam Api Sejarah mengatakan bahwa ada deislamisasi sejarah di dalam penulisan sejarah yang ada di Indonesia. Dengan deislamisasi penulisan sejarah tersebut, hilanglah peran ulama dan santri yang berperan penting dalam “panggung” perjuangan merebut kemerdekaan dari tangan penjajah. Misalnya, mungkin secara umum kita tahu bahwa kesadaran pergerakan nasional dipelopori oleh Organisasi Budi Utomo. Ternyata bukan, pelopor pertama kesadaran pergerakan nasional adalah dari Syarikat Dagang Islam yang didirikan oleh Haji Samanhudi yang kemudian menjadi cikal bakal organisasi Syarikat Islam.

Budi Utomo sesungguhnya tidak menyetujui Indonesia merdeka. Budi Utomo ingin mendirikan Kerajaan Jawa yang berlandaskan Agama Jawa (kejawen) yang sekuler dan anti Islam. Namun, Syarikat Islam yang berasal dari ulama sebagai pelopor kemerdekaan tidak begitu diperhatikan, Ada apa dengan penulisan sejarah ini? Apakah distorsi dan deislamisasi sejarah ini diketahui oleh masyarakat Indonesia?

Dengan belajar sejarah, kita bisa mengetahui kehidupan peradaban masyarakat di masa lalu. Sehingga, apabila terdapat kekurangan atau keburukan di masa lalu, kita dapat memperbaikinya sesuai dengan kemampuan masing-masing. Dengan sejarah pula (khususnya sejarah Islam), hati kita terbangkitkan untuk berjuang seperti orang-orang terdahulu agar Islam bisa senantiasa tegak di muka bumi.

Allahu A’lam.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (14 votes, average: 7,43 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Fadil Ibnu Ahmad
Penulis buku "Dakwah Online", pendidik, webmaster, aktivis. Mahasiswa Pendidikan Teknik Elektro UPI 2011. Kepala Divisi Teknologi dan Informasi UKM KI Al-Qolam UPI. Pimpinan Redaksi UmatMuhammad.com

Lihat Juga

Banyak petani yang beralih ke profesi lain yang lebih menjanjikan.  (satelitpost.co)

Belajar dari Para Petani