Home / Berita / Daerah / Unik, Kampanye Tukar Sampah dengan Sayur

Unik, Kampanye Tukar Sampah dengan Sayur

Tidak kurang dari 150.000 orang hadir dalam kampanye Akbar Partai Keadilan Sejahtera di Gelora Bung Karno, Ahad (16/3) - Foto: viva.co.id
Tidak kurang dari 150.000 orang hadir dalam kampanye Akbar Partai Keadilan Sejahtera di Gelora Bung Karno, Ahad (16/3) – Foto: viva.co.id

dakwatuna.com – Semarang.  Partai Keadilan Sejahtera (PKS) terus membuat aksi unik, menarik dan penuh dengan nilai manfaat dalam setiap momentum kampanye yang dilakukannya.

Setelah menggelar kampanye terbuka disertai gagasan Tempat Penitipan Anak (TPA), PKS juga mengajak kepada segenap warga untuk senantiasa menjadi sahabat alam dalam setiap aktivitasnya.

Hal ini ditunjukkan saat PKS Kota Semarang menggelar kampanye terbuka dengan konsep alam, Jumat (28/3) yang berlangsung mulai pukul 13.30 WIB.

Sekretaris Umum (Sekum) Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Jateng, Ahmadi menyatakan mendukung gerakan PKS Sahabat Alam yang diluncurkan oleh PKS Kota Semarang. Menurut pria yang juga Wakil Ketua DPRD Kota Semarang ini, persoalan lingkungan akan selalu membutuhkan perhatian setiap elemen bangsa termasuk partai politik.

“Sampah harus dikelola serius, alam harus kita perhatikan dan PKS memberikan tekanan itu pada kampanye kali ini,” kata Ahmadi.

Ahmadi juga menyampaikan bahwa program tukar sampah dengan sayur ini adalah program kesekian dari PKS yang menunjukkan kepedulian PKS pada lingkungan. seperti diketahui sebelumnya PKS mencanangkan program biopori untuk pencegahan banjir.

“intinya kami akan terus gali potensi kami untuk melakukan pelestarian alam,” kata pria yang menjadi caleg PKS Dapil I Jateng yang meliputi Kota Semarang, Kota Salatiga, Kabupaten Semarang dan Kabupaten Kendal ini.

Sementara itu, Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) PKS Kota Semarang, Agung Budi Margono menyatakan bahwa konsep yang dibuat adalah PKS Sahabat Alam, dimana para peserta kampanye itu bisa memperoleh buah ataupun sayur dengan cara menukarkan sampah.

Dikatakan Agung, kampanye unik ini adalah bentuk reaksi PKS atas lingkungan yang sekarang sering mengemuka.

“Data bulan juni lalu, dalam sehari saja kota semarang menghasilkan sampah 800 hingga 1000 kubik. Tidak bijak membebankan semua pada pemerintah, masyarakat pun harus ikut berperan aktif,” ujarnya saat menyampaikan orasi dihadapan ribuan peserta kampanye di Lapangan Kalicari, Genuk, Semarang.

Lebih lanjut, Agung mengungkapkan bahwa gerakan PKS Sahabat alam ini tidak berhenti pada soal tukar buah dan sayur.  Pria yang juga Aleg DPRD Kota Semarang ini menekankan bahwa sampah di semarang sebanyak itu bisa menjadi potensi besar apabila dikelola dengan baik, sebagaimana telah dirintis oleh kader PKS di Krobokan, Semarang Barat yang mendirikan ‘Bank Sampah’.

Agung juga mengungkapkan bahwa melalui gerakan PKS sahabat alam, sampah yang terkumpul selanjutnya di olah menjadi berbagai produk yang layak jual sehingga memberikan keuntungan secara ekonomi.

“Alhamdulillah sampai sekarang progressnya menggembirakan, masyarakat dapat manfaat ekonomi yang lumayan, model ini harus kita tularkan ke daerah lain,” pungkasnya. (humas/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (7 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.
  • Sejuki

    Saluuuuuttttttttt……..!!!

Lihat Juga

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mustafa Kamal. (pks.id)

PKS Larang Anggotanya Gunakan Atribut Partai