Home / Berita / Internasional / Asia / Satinah, TKW Pekerja Keras dan Peduli Sesama

Satinah, TKW Pekerja Keras dan Peduli Sesama

Satinah bersama anaknya, Nur Afriana - detik.com
Satinah bersama anaknya, Nur Afriana – detik.com

dakwatuna.com – Semarang.  Satinah dikenal sebagai pekerja keras dan peduli sesama. Di Arab, termasuk di balik jeruji besi, sifat itu semakin terlihat.

Dari kabar yang disampaikan kepada keluarga, terkadang Satinah baru beristirahat pukul 01.00 dan kembali kerja pukul 03.00 waktu setempat. Ia juga sering membantu temannya sesama TKI yang kadang membutuhkan uang dadakan untuk dikirim ke Indonesia.

“Kadang temannya pinjam uang, sudah dikirim ternyata tidak dikembalikan. Padahal istirahat jam 01.00 kerja lagi jam 03.00. Sudah pernah saya nasihati soal itu,” kata kakak ipar Satinah, Sulastri, saat ditemui di kediamannya Dusun Mrunten, Desa Kalisidi, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Kamis (27/3/2014).

Bahkan di balik jeruji besi Al Ghazi, Saudi Arabia, Satinah menyulam dan hasilnya diberikan kepada anaknya saat datang berkunjung dalam wujud uang ataupun pakaian.

Di dalam penjara, Satinah masih terus bekerja keras, ia menyulam, kemudian hasilnya yang tidak banyak kadang dititipkan kepada sipir atau kepala sipir untuk dibelikan baju. Baju tersebut bukan untuk dia, tapi untuk putrinya, Nur Afriana (20).

“Kalau anaknya datang bajunya dikasihkan. Banyak sekali. Pernah saat ke sana pas selesai tanda tangan mengambil hasil menyulamnya, langsung anaknya diberi uang dan dipesan agar membeli sepatu,” tandas Sulastri.

“Selain menyulam, di sana Satinah juga menang lomba, seperti lomba menghafal Al Quran,” imbuhnya.

Melihat kebiasaan itu, keluarga kadang masih tidak percaya Satinah terlibat kasus pembunuhan. Kini keluarga hanya menunggu apakah Satinah akan bebas dari hukuman pancung atau tidak karena batas pembayaran diyat tinggal 7 hari lagi. (detik/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.
  • Sejuki

    Ane masih bingung, bu Satinah yg digambarkan sebaik itu kok bisa membunuh orang dibarengi dg mencuri ya? Ada yg bisa ngejelasin gak ttg latar belakang apa yg menyebabkan hingga dia bisa membunuh dan mencuri???

  • Dwi Widiansyah

    diyat dalam syariat itu hanya 100 ekor unta, dan tidak lebih. klo lebih jangan dituruti. TKW itu kebanyakan berakhir selalu punya problema, meski tidak semua. klo eg cerai sama suami, ya dengan majikan. dan TKW itu jelas org yg bener2 waras. sebab dia tahu resiko bekerja dtempat yang jauh. dgn jangka waktu lama. sementara nasip itu kita yang menntukan. dan nyawa jg sudah ditentukan. alangkah bijaknya klo 20an milyar itu diberikan kepada org yang lebih membutuhkan. sy yakin klo perempuan yg baik, dia tidak akan meninggalkan org yang disayanginya hanya untuk mncari dan memenuhi kebutuhan semata. masa iya katanya org terpaksa tapi sampai berkali2 keluar negri. sementara tugas ibu/istri ada yg lebih utama dirumah. bohong kalo dinegri indonesia mncari rejeki itu susah, emangnya kalian sudah pergi keseluruh negri ini. klo belom kenapa sampai keluar negri. ADA SEBAB ADA AKIBAT. mengevaluasi darI kasus darsem.(Yang telah lolos dari hukuman pancung) dia dibantu ketika bermasalah. tapi ketika lolos,..?? adakah kepedulian darsem kpd satinah,…dia bilang “bantu dengan do’a” (TV ONE tgl 1 april) nah dengan kaumnya dia tdk peduli, kenapa 20an milyar hanya untuk satu org,..? okelah kita tidak bicara finansial, lantas azas manfaatnya apa,..? outputnya apa,..? buat kalian (Maaf) silahkan evaluasi yg bekerja diluar negri. silahkan perbaiki manajemen hidup dengan yang lebih baik. klo bicara agama, sesungguhnya wanita yang telah menikah itu tidak lagi punya kewajiban bagi dirinya untuk mencari makan, karena kewajiban itu telah pindah kpd suaminya. nah sekarang klo suami eg mampu bekerja, ato tidak mau bertanggung jawab,.. maka sadarlah itulah jodohmu yang sekelas dengan drajatmu, lihat Qur’an surat An-nuur ayat 26. insyaAlloh,.. WaAllohu’alam bi nuurron

Lihat Juga

Membangun Kepedulian Berpolitik