Home / Berita / Internasional / Eropa / Rahasia Negara Dibocorkan, Turki Blokir Youtube

Rahasia Negara Dibocorkan, Turki Blokir Youtube

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Youtube.com (uk.news.yahoo.com)
Youtube.com (uk.news.yahoo.com)

dakwatuna.com – Ankara. Belum tuntas proses hukum atas penutupan twitter, tiba-tiba hasil rapat beberapa petinggi negara Turki berkaitan isu Suriah dibocorkan lewat youtube.

Rapat Rahasia

Belakangan ini tanah Turki yang satu-satunya berada di luar kawasan Turki, tepatnya di kota Aleppo, Suriah, sedang dalam ancaman serangan kelompok ISIS. Di tanah tersebut terdapat makan Suleyman Syah dan kantor polisi. Demi membahas ancaman ini dan langkah politik Turki yang akan diambil terkait isu Suriah, menlu Turki (Ahmet Davutoglu), penasehat badan intelijen (Hakan Fidan), orang kedua angkatan bersenjata Turki (Jenderal Yaşar Guler) dan penasehat kementrian luar negeri Turki (Feridun Sinirlioglu) mengadakan rapat yang sifatnya rahasia.

Dengan beberapa perubahan, hasil rapat ini dibocorkan kepada publik lewat media sosial youtube pada hari Kamis, (27/3/2014). Melihat hal ini, departemen luar negeri Turki mengirimkan surat kepada departemen telekomunikasi guna mengambil tindakan penutupan akses situs tersebut untuk waktu yang belum ditentukan atas alasan keamanan nasional.

Beberapa situs berita seperti ensonhaber.com dan yenisafak.com melansir bahwa pelaku kejahatan yang disebut pengkhianatan ini adalah negara paralel yang merujuk kepada unsur-unsur gerakan Gulen yang bercokol dalam pemerintahan.

Davutoglu: Pelaku Ini Pengkhianat dan Musuh Negara

Menanggapi pembocoran hasil rapat yang merupakan rahasia negara tersebut, menlu Davutoglu mengecam pihak pelaku dan ia sebut sebagai pengkhianat dan musuh negara.

“Memata-matai pertemuan sangat rahasia yang dilakukan di tempat seperti departemen luar negeri di mana biasa dibahas isu-isu sensitif berkaitan keamanan, lalu membeberkannya kepada publik adalah serangan keji terhadap keamanan nasional Turki, dan merupakan kriminal yang cukup berat. Kasus ini memperlihatkan di depan mata akan bahaya serangan elektronik dan cyber yang tengah dihadapi negara kita. Jaringan pengkhianatan pelaku kejahatan ini adalah musuh negara dan bangsa.” tegasnya.

Lebih dari itu, Davutoglu menyatakan tindakan tersebut adalah pernyataan perang terang-terangan terhadap bangsa dan Republik Turki. Republik Turki akan membalas setiap bentuk serangan, tegasnya. Ia juga menekankan bahwa wibawa dan keamanan negara adalah wibawa dan keamanan seluruh warga. Pelaku serangan tersebut akan ditindak tegas. Hingga saat ini pengusutan telah mulai dilakukan oleh pihak Ankara.

Kecaman dari Media

Beberapa media seperti Sabah, Star, Yenişafak, Takvim, Akşam, Güneş, Milat, Yeni Asır, A Haber, Kanal 24, TV Net, 360 TV, Hür Haber, Timeturk, Son.tv, Aktüel, Daily Sabah, On5yirmi5, Medyagundem dan İletişim Platformu mengeluarkan pernyataan bersama mengecam pengkhianatan lewat kegiatan mata-mata, membocorkan rahasia dan rencana strategis, yang akan berakibat pada penghancuran negara. Pernyataan ini juga mengingatkan pemerintah akan tugasnya untuk mengusut dan mengadili pelaku kriminal tersebut, dan berikrar kepada masyarakat untuk mengikuti perkembangan proses tersebut.

Lembaga tinggi radio dan televise Turki, dengan berlandaskan pada undang-undang penyiaran yang ada juga mengeluarkan pernyataan bahwa keputusan memberlakukan pelarangan sementara atas penyiaran rekaman yang disebut memuat hasil rapat Menlu, kepala intelijen dan pejabat militer tersebut sesuai hukum. (msa/dakwatuna)

sumber:

  • ensonhaber.com
  • yenisafak.com.tr
  • www.milatgazetesi.com

About these ads

Redaktur: M Sofwan

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (5 votes, average: 8,60 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Andika Rahman Nasution
Mahasiswa di Turki, asal Labuhan Batu (Sumut). Kuliah S1 di International University of Africa, Khartoum-Sudan. Kuliah S2 di Marmara University, Istanbul-Turki.

Lihat Juga

Donald Trump. (aljazeera.net)

Berhasil Memenangkan Pemilu, Trump Akan Segera Dapat Informasi Rahasia Amerika