Home / Pemuda / Essay / Ketika Galau Melanda

Ketika Galau Melanda

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (Foto: quehaydebajodeldisfraz.blogspot.com)
Ilustrasi. (Foto: quehaydebajodeldisfraz.blogspot.com)

dakwatuna.com Galau.. Saya pribadi sebenarnya juga awalnya berpikir apa sih makna galau tersebut? Tidak tau siapa yang membuat tren ataupun menciptakan kata “Galau” tersebut. Yang saya ketahui sampai sekarang belum ada kata “Galau” masuk dalam (KBBI) Kamus Besar Bahasa Indonesia. Tidak penting untuk tahu siapa penciptanya, dan who cares kata ini ada di kamus apa tidak.

Yang lebih penting buat kita daripada tahu arti kata “Galau” adalah untuk tidak merasakan galau itu sendiri. Walau sebenarnya “Galau itu Wajar” dialami oleh seluruh umat manusia. Dari anak kecil, remaja, dewasa, para orangtua.

Tidak ada satu orang pun di dunia ini yang tidak pernah bingung, yang tidak pernah merasa ‘down’. Galau lumrah terjadi di mana-mana dan oleh siapa saja. Siapa saja bisa terkena virus galau. Jadi, wajar kalau kita semua pernah merasa galau.

Tapi, kalau galau ya jangan lama-lama. Gimana caranya?

Nah, ini dia solusinya. Pada saat saya menjalani Morba (Masa Orientasi Relawan Baru), saya mendapatkan satu pelajaran yang begitu bermakna. Sebut saja nama beliau “Mas Budi”. Ternyata Galau Itu GAWAT. Beliau mengangkat satu topik yang sangat penting yang sering diderita oleh anak muda saat ini. Yaph, Beliau membahas tentang “Anti Galau”.

Sebagai orang bijak, mari kita modifikasi kata Galau ini.“GALAU. God Always Listening And Understanding” tutur beliau saat membawa materi. Dari modifikasi kata tersebutlah kata “Galau” jugalah obat dari kegalauan yang dialami.

Tapi ingat sobat, tidak ada cobaan yang diberikan Allah di luar batas kemampuan hamba-Nya. Berusaha dan berdoalah dalam setiap tindakan. Allah pasti akan mendengar dan mengerti bagaimana kita.

Ketahuilah bahwa kita masih memiliki Allah. Allah yang selalu mendengar dan mengerti kita. Nah, sebagai hamba yang mengikuti ajaran Al-Quran dan As Sunnah. Beliau memberikan beberapa obat galau dari beberapa ayat yang ada di Al- Quran, di antaranya:

  • Jika kita sedih: QS. 2: 25
  • Orang sombong menantang kita: QS. 25: 13
  • Bosan susah dan sulit: QS. 94: 05
  • Bebas dari ketakutan: QS. 03: 135
  • Butuh jaminan ganda: QS. 15: 43
  • Merasa seperti pecundang: QS. 12: 87
  • Merasa tidak dihargai: QS. 76: 22
  • Merindukan teman: QS. 50: 16
  • Mencari cinta dan tenang: QS.30: 21
  • Jika kita tertekan: QS. 13: 28
  • Mencari kedamaian: QS. 05: 16
  • Mencari teman: QS. 02: 257
  • Jika kita berdosa: QS. 39: 53

“Walau hujan badai kan terus melanda, walau arus gelombang tak henti menerjang, walau kadang mencekam. walau mentari kan membakar. Jangan letih menapaki kehidupan. Ujian bagaikan terik sinar sang surya. Hadir ke dunia bersama berjuta karunia. Janganlah bertekuk lutut dalam pelukan putus asa, janganlah bersimpuh di hadapan gundah. Hadapilah segala tantangan, sambutlah harimu dengan suka cita. Hadapilah segala ujian, dalam kesulitan pasti ada kemudahan” tutur Mas Budi untuk membuat semua orang terus bersemangat.

Galau itu boleh, tapi tidak boleh berlarut-larut. Ingat, ada Allah yang senantiasa mendengarkan dan mengerti kita. So, buat sobat semua “Don’t be Galau” ya..

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (4 votes, average: 6,25 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Trioki Ningsih
Mahasiswa Pendidikan Biologi Universitas Negeri Medan dan Relawan RZ Medan. Dengan tulisan saya bisa menangkap moment-moment selayak Fotografer menangkap moment tersebut juga.. :)

Lihat Juga

(Khanza Mandasari Tjappe)

Menjadi Guru, Menggenggam Indonesia