Home / Berita / Internasional / Asia / Filipina Damai, Muslimin Moro Berterima kasih kepada Turki

Filipina Damai, Muslimin Moro Berterima kasih kepada Turki

Haji Murad Ibrahim, pimpinan MILF (aa.com.tr)
Haji Murad Ibrahim, pimpinan MILF (aa.com.tr)

dakwatuna.com – Manila. Pemimpin Front Pembebasan Islam Moro (MILF), Haji Murad Ibrahim, menjelaskan bahwa Turki adalah negara Islam yang sangat memperhatikan permasalahan umat Islam di dunia, bukan hanya di kawasan Timur Tengah saja. Hal ini seperti dilansir anadolu, Rabu (26/3/2014) kemarin.

“Kami ingin Turki bisa membimbing dan menginspirasi kami agar bisa menjalankan pemerintahan yang akan segera dibentuk di Moro.” Demikian dikatakan Ibrahim beberapa saat sebelum penandatanganan kesepakatan damai akhir antara pihak pemerintah Filipina dan MILF yang akan dilakukan hari ini, Kamis (27/3/2014). Kesepakatan itu telah menghentikan konflik yang telah berumur lebih dari 40 tahun yang menyebabkan lebih dari 120 ribu orang meninggal dunia.

Menurut Ibrahim, rakyat Moro masih tetap merindukan  kemerdekaan. Tapi kalau pemerintah memberikan wewenang yang cukup, hal itu bisa dijadikan sebagai alternatif lain kemerdekaan.

Adapun berkaitan dengan persenjataan yang dimiliki MILF, Ibrahim menekankan bahwa persenjataan itu akan tetap tidak digunakan, sesuai dengan hasil kesepakatan. Sebagian senjata itu akan digunakan untuk mendukung keamanan dan mempersenjatai kepolisian. Sisanya akan berada dalam pengawasan lembaga internasional, dan tidak akan diserahkan kepada pemerintah Filipina.

Ibrahim menjelaskan bahwa peran Turki dalam proses perdamaian di Turki misalnya terwujud dalam kesertaan lembaga bantuan kemanusiaan Turki (IHH) yang masuk dalam komisi internasional independen untuk mengawasi proses perdamaian. (msa/dakwatuna/anadolu)

About these ads

Redaktur: M Sofwan

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (6 votes, average: 9,83 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

M Sofwan
Ketua Studi Informasi Alam Islami (SINAI) periode 2000-2003, Kairo-Mesir
  • Muhamad Soleh

    Kamipun berharap Indonesia dapat melahirkan pemimpin seperti Erdogan (Perdana Mentri Turki).

  • Tok Su Andak Aki

    Yang mengusakan Perjanjian Damai itu Malaysia bukan Turki. Kenapa tidak berterima kasik kepada Malaysia?

Lihat Juga

4.200 Pengajar Dikerahkan Untuk Mengajar Bahasa Turki Kepada Pengungsi Suriah