Home / Berita / Internasional / Afrika / Kecaman Internasional Terhadap Hukuman Mati 529 Pendukung Presiden Mursi

Kecaman Internasional Terhadap Hukuman Mati 529 Pendukung Presiden Mursi

Tangis sedih keluarga pendukung Presiden Mursi yang dihukum mati (aljazeera)
Tangis sedih keluarga pendukung Presiden Mursi yang dihukum mati (aljazeera)

dakwatuna.com – Mesir. Kecaman masyarakat internasional terus bermunculan menyusul keputusan hukuman mati terhadap 529 pendukung Presiden Mursi di Mesir.

Jubir Kementerian Luar Negeri AS, Mary Harf, dalam keterangan persnya (26/3) menyatakan bahwa penetapan keputusan hukuman mati yang begitu cepat dalam dua hari menunjukkan adanya pelanggaran Mesir terhadap prinsip-prinsip HAM yang diatur hukum internasional.

Pemerintah AS akan mempertimbangkan kembali kelanjutan bantuan militernya untuk Mesir dengan memperhatikan pelanggaran tersebut.

Menlu Norwegia, Borge Brende, menyatakan bahwa tidak masuk akal pengadilan menghakimi para terdakwa secara massal dan hal itu menunjukkan adanya ketidakberesan dalam sistem hukum di Mesir.

Brende lebih lanjut meminta Pemerintah Mesir untuk menghormati berbagai perjanjian internasional terkait HAM, prinsip-prinsip demokrasi, dan supremasi hukum.

Menlu Jerman, Frank-Walter Steinmeier, dalam rilisnya menyatakan bahwa putusan tersebut bertentangan dengan kaidah hukum internasional dan prinsip-prinsip HAM. Steinmeier menyatakan bahwa negaranya menolak hukuman mati karena dinilai tidak manusiawi.

Sementara Gerakan Nahdah di Tunisia meminta pemerintah (kudeta) Mesir untuk membatalkan hukuman tersebut. Gerakan Nahdah memperingatkan kelompok berkuasa di Mesir untuk tidak menyalahgunakan hukum untuk memberangus lawan politiknya karena akan memperdalam permusuhan di kalangan rakyat Mesir sendiri.

Sebelumnya Uni Eropa, Inggris, dan Perancis telah memperingatkan pihak berkuasa di Mesir akan semakin memburuknya stabilitas politik dan keamanan di negara tersebut akibat putusan hukuman mati tersebut. (aljazeera/rem/dakwatuna)

About these ads

Redaktur: Rio Erismen

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 9,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Rio Erismen
Alumnus Universitas Al-Azhar Cairo dan Institut Riset dan Studi Arab Cairo.

Lihat Juga

Kebutuhan Hidup Semakin Mahal, Seorang Warga Mesir Frustasi Dan Membakar Diri