Home / Suara Redaksi / Editorial / Pemilu Lokal dan Perubahan Peta Politik di Turki

Pemilu Lokal dan Perubahan Peta Politik di Turki

 

Erdogan dalam sebuah kampanye (aa.com.tr)
Erdogan dalam sebuah kampanye (aa.com.tr)

dakwatuna.com – Sebentar lagi Turki akan melaksanakan pemilu Lokal, tepatnya pada tanggal 30 Maret mendatang. Partai Keadilan dan Pembangungan (Adalet ve Kalkınma Partisi/AK-Partisi) yang saat ini berkuasa diperkirakan akan kembali meraup kemenangan.

Recep Tayyip Erdogan, perdana menteri yang berasal dari partai ini, berkali-kali menyatakan kesiapannya untuk mengundurkan diri dari dunia politik bila partainya tidak mendapatkan suara yang memuaskan. Beliau menantang ketua partai-partai yang lain menyatakan kesiapan yang sama jika partainya kalah.

Pemilu lokal yang akan datang memang sangat penting karena akan menjawab pertanyaan apakah peta politik Turki akan berubah setelah gonjang-ganjing politik yang menerpa partai berkuasa beberapa bulan terakhir? Tiga menteri diituduh korupsi, bocoran-bocoran rekaman tentang korupsi yang melibatkan orang dekat Erdogan, tuduhan adanya “pemerintah paralel”, tuduhan praktek diktatorisme Erdogan misalnya dengan memblokir twitter, dan sebagainya. Apakah AK-Parti masih bisa bertahan dalam kekuasaannya?

Pemilu lokal mendatang bisa dikatakan sebagai sebuah referendum, penghakiman atas AK-Partisi atau berlanjut-tidaknya Erdogan menjadi politisi.

Jika hasil yang diraih kurang dari 35%, maka bisa dikatakan bahwa AK-Parti telah kehilangan elektabilitasnya telah terjun bebas. Selain itu, hasil buruk juga bisa dijadikan sebagai alat ukur benar-tidaknya isi bocoran rekaman-rekaman yang saat ini beredar tentang kasus korupsi.

Namun jika hasil pemilu yang diraihnya lebih dari 45% maka berarti Erdogan dan AK-Partisi bisa memanfaatkan serangan-serangan lawan politiknya untuk meningkatkan eletabilitasnya. Dalam kondisi seperti ini, maka Erdogan akan kembali mencalonkan diri dalam pemilu presiden bulan Agustus depan.

Kemungkinan yang paling besar adalah AK-Parti memenangkan pemilu, tapi dengan selisih yang tidak besar. Kalau ini yang terjadi maka persaingan politik antar kelompok masih akan berlangsung seperti saat ini. Suasana akan tetap panas hingga pemilu presiden mendatang. (msa/dakwatuna/aljazeera/anadolu)

About these ads

Redaktur: M Sofwan

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (4 votes, average: 9,50 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

M Sofwan
Ketua Studi Informasi Alam Islami (SINAI) periode 2000-2003, Kairo-Mesir

Lihat Juga

Simbiosis Mutualisme Islam dan Politik