Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Mencintai Partai Dakwah Ini

Mencintai Partai Dakwah Ini

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (Foto: wallpaperstock.net, pksnews.com; Modifikasi: dakwatuna/hdn)
Ilustrasi. (Foto: wallpaperstock.net, pksnews.com; Modifikasi: dakwatuna/hdn)

dakwatuna.comBukan.. Insya Allah ini bukan akibat dari GBK Effect yang menyebabkan tetiba mencintai partai dakwah ini. Tetapi dari dahulu pun sudah menjadi Pecinta Keadilan Sekali, sehingga dari sana sedikit isi hati ini ingin dicurahkan. Tepat pada hari Ahad 16 Maret 2014 berbondong-bondong Partai Keluarga Saya memenuhi Gelora Bung Karno. Dengan pakaian dan atribut putih yang mendominasi, Partai Kece Sangat ini sukses memutihkan GBK dari pagi hingga siang hari. Tanpa diiming-imingi apapun sebelumnya, sebanyak sekitar 160 ribu massa menyemut dan menyemarakkan dalam dan luar GBK.

Ya, di dalam GBK yang luas itu tidak sanggup menampung banyaknya Peserta Keluarga Sakinah yang hadir. Jika diibaratkan, massa yang datang itu seperti gelas yang diisi air terus menerus. Pemandangan ini membuat darahku bergejolak. Begitu percayanya mereka yang memadati GBK itu terhadap partai dakwah satu ini. Tak cukup darah ini bergejolak, ada sesuatu yang menyengat dada mencipta gemuruh yang bertalu-talu. Saya, mereka, kami semua yang ada di GBK pada saat itu mengumpulkan cita, harap, dan semangat untuk masa depan Indonesia yang sejahtera kepada partai dakwah ini. Partai yang sudah pasti isinya manusia semua di mana kesalahan dan khilaf pasti ada.

Beberapa kali media mencari-cari kesalahannya dan menampakkannya pada permukaan setelah dibumbui dengan menggunakan bahasa bermajas ironi dan cenderung melebih-lebihkan. Menelan bulat-bulat berita dari media hanya akan menimbulkan penyakit hati, lebih baik mengaji kasus tersebut dari beberapa sumber membiarkan otak dan hati bekerja menyelaraskan. Begitulah, jika ada cela maka media langsung besar-besaran memberitakannya. Namun bila ada prestasi, media malas meliputnya. Tabiat ini sudah kita kenal bersama, bukan? Justru, banyaknya penyerangan dari berbagai arah yang diterima oleh partai dakwah ini adalah insya Allah pertanda dakwah itu menuju kesuksesan. Sejatinya memang, politik adalah salah satu kendaraan menuju tercapainya misi baldatun thayyibatun wa rabbun ghaffur..

Terlintas di pikiran wajah-wajah para pejuang dakwah di jalur dahsyat ini demi meraih misi mulia tersebut, terkadang membuat mata saya berkaca. Betapa beratnya lika-liku tantangan yang harus dihadapi. Dengan apa mereka kuat menghadapinya? Kalau bukan karena Allah anugerahi pundak-pundak yang kuat, saudara-saudara dan keluarga yang senantiasa mengingatkan, kehausan akan ilmu, dan kedekatan mereka dengan Allah, mentallah mental mereka meninggalkan perjuangan besar ini. Sebuah pesan berantai dari grup WA yang berisi nasihat indah dari K. H. Rahmat Abdullah –Allahu yarham- membuat hati saya tersentuh,

“Setiap kita senantiasa diuji oleh Allah SWT. pada titik-titik kelemahan kita. Orang yang lemah dalam urusan uang namun kuat terhadap fitnah jabatan dan wanita tidak akan pernah diuji dengan wanita atau jabatan. Tetapi orang yang lemah dalam urusan wanita namun kuat dalam urusan uang tidak akan pernah diuji dengan masalah keuangan.

 Orang yang mudah tersinggung dan gampang marah akan senantiasa dipertemukan oleh Allah dengan orang yang membuatnya tersinggung dan marah sampai ia bisa memperbaiki titik kelemahannya itu sehingga menjadi tidak mudah tersinggung dan tidak pemarah. Orang yang selalu berlambat-lambat menghadiri forum dakwah karena alasan istri, anak, mertua, atau tamu akan senantiasa dipertemukan dengan perkara mertua datang, tamu silih berganti di saat ia akan berangkat..

Terus begitu sampai ia memilih prioritas bagi aktivitasnya apakah kepada dakwah atau kepada perkara-perkara lain.

Kita semua harus memahami dan mengatasi segala kelemahan diri di jalan dakwah ini. Ingatlah, mushaf Al-Quran tidak akan pernah terbang sendiri kemudian datang dan memukuli orang-orang yang bermaksiat. Sungguh teramat merugi, mereka yang mengikuti hawa nafsu kemudian pergi meninggalkan kebersamaan dalam dakwah Ilallah, tanpa mau ia bersabar sebentar dalam ujian keimanan. Tanpa mau mencoba bertahan sebentar dalam dekapan ukhuwah.

Dan sungguh, kecewa itu biasa dan manusiawi yang luar biasa, siapa saja yang mampu beristighfar dan lalu berlapang dada serta bertawakal pada-Nya. Memang.. dakwah ini berat.. karenanya ia hanya mampu dipikul oleh mereka yang memiliki hati sekuat baja, memiliki kesabaran lebih panjang dari usianya,memiliki kekuatan yang berlipat, memiliki keikhlasan dalam beramal yang meninggi, memiliki ketabahan seluas lautan, memiliki keyakinan sekokoh pegunungan.

Siapapun takkan pernah bisa bertahan.. melalui jalan dakwah ini.. mengarungi jalan perjuangan.. kecuali dengan kesabaran! Karenanya, tetaplah di sini.. di jalan ini.. bersama kafilah dakwah ini. Seberat apapun perjalanan yang harus ditempuh.. sebesar apapun pengorbanan untuk menebusnya.. tetaplah di sini.. buanglah hawa nafsu dalam mengarungi perjalanannya, karena telah banyak yang berguguran karenannya.

Gandenglah selalu iman ke mana saja kita melangkah, karena iman akan menjagamu setiap waktu. Seburuk apapun, sekeruh apapun kondisi kapal layar kita, janganlah sekali-kali mencoba untuk keluar dari kapal layar ini dan memutuskan berenang seorang diri.. karena pasti kau akan kelelahan dan memutuskan menghentikan langkah yang pada akhirnya tenggelam di samudera kehidupan. Jika bersama dakwah saja kau serapuh itu.. bagaimana mungkin dengan seorang diri? Sekuat apa kau jika seorang diri?”

Sebuah refleksi diri yang memiliki ruh. Sama seperti partai dakwah ini, setiap aktivitas geraknya memiliki ruh.. Sebagai seorang Perempuan Kelahiran September, selama partai dakwah ini memiliki ruh dan nafas Islam, saya akan memilih setia untuk mencintai partai dakwah ini dan memilih memberikan suara di pemilu untuknya. Untuk para Pejuang Keadilan Sejati di parlemen, doa senantiasa menguntai. Allah, tuntunlah diri ini agar bisa mencintai partai dakwah ini dengan bijaksana..

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (10 votes, average: 8,80 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Lina Mustaqimah S
Mahasiswi Universitas Pendidikan Indonesia Bandung.
  • dearizky

    Partai Dakwah atau partai apalah terserah anda menyebutnya namun yg pasti bukan partainya orang muslim krn setau saya ada beberapa pengurus dr non muslim pun anggotanya,”mungkin” krn tujuan yg sama “kekuasaan”,tp ibarat satu tubuh bila didalamnya sudah ada “penyakit” sampai kapan ia akan bertahan …

Lihat Juga

Ilustrasi (inet)

Surat Cinta dari Mahasiswa untuk MUI

Organization