Home / Berita / Nasional / Permasalahan Haji dan Umrah Dibahas Pada Pertemuan Pengarah Kesehatan OKI

Permasalahan Haji dan Umrah Dibahas Pada Pertemuan Pengarah Kesehatan OKI

Logo Organisasi Konferensi Islam (OKI). (inet)
Logo Organisasi Konferensi Islam (OKI). (inet)

dakwatuna.com – Jakarta, Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, tentunya banyak warga negara Indonesia yang melaksanakan ibadah haji ke tanah suci di Mekah, Arab Saudi.

Pelaksanaan ibadah haji tersebut tentunya tidak lepas dari masalah kesehatan yang menghantui para jamaah, virus corona contohnya. Virus yang mirip dengan SARS tersebut sempat menghebohkan dunia tahun lalu karena menewaskan banyak warga Arab Saudi dan negara timur tengahnya lainnya.

Permasalahan kesehatan seputar jamaah haji dan umrah tersebut menjadi salah satu tema pembicaraan forum pertemuan 8th Steering Committee on Health (SCH) negara anggota OKI di Hotel Royal Kuningan, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (25/3/2014).

Wakil Menteri Kesehatan Prof Ali Gufron Mukti yang hadir pada acara tersebut mengungkapkan ada beberapa topik yang akan dibicarakan pada pertemuan tersebut. Antara lain adalah penanganan virus corona serta hukum syariat tentang pelaksanaan haji dan umrah bagi wanita hamil.

“Salah satu permasalahan bagi jamaah haji dan umrah kan ada beberapa seperti  virus corona itu, juga hukum secara syariat tentang haji dan umrah bagi wanita hamil dan pasien gagal ginjal,” papar Prof Ali ketika ditemui wartawan di sela-sela pertemuan.

Permasalahan kesehatan bagi jamaah haji dan umrah merupakan salah satu hasil dari konferensi menteri kesehatan anggota OKI yang dilaksanakan di Jakarta Oktober tahun lalu. Pada kesempatan ini SCH OKI tidak hanya akan membahas tentang kesehatan jamaah haji dan umrah, namun juga 5 hasil lain dari pertemuan menteri kesehatan tahun lalu. Hasil-hasilnya antara lain:

1. Penguatan kerja sama di bidang kesehatan antara negara OKI
2. Pencegahan penyakit menular dan tidak menular
3. Nutrisi kesehatan bagi ibu hamil dan anak
4. Kemandirian farmasi, obat dan vaksin
5. Masalah kesehatan di Palestina, Suriah dan Yerusalem timur
6. Masalah kesehatan bagi jamaah haji dan umrah.

“Pertemuan ini diadakan sebagai tindak lanjut hasil pertemuan para menteri kemarin. Pada pertemuan ini akan dibahasa secara detail mengenai tata cara pelaksanaan, strategi dan sumber dananya,” sambung Wamen.

Pertemuan yang rencana diselenggarakan selama dua hari ini dihadiri oleh perwakilan negara anggota SCH antara lain Indonesia, Khazakstan, Turki, Malaysia, Mesir, Sudan, Arab Saudi, Oman, Djobouti dan Guinea. Tak hanya perwakilan SCH, pertemuan ini juga dihadiri oleh perwakilan dari organisasi internasional lainnya seperi WHO, Islamic Development Bank, dan SESRIC. (detik/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Menteri Agama Lukman Hakin Saifuddin mengatakan, hingga saat ini, visa jamaah haji  gelombang dua mendatang belum semua selesai. (kabarmakkah.com)

Hingga kini, Visa Haji Gelombang Dua Belum Selesai

Organization