Home / Berita / Nasional / PAN Optimistis Jadi Penentu Koalisi Parpol 2014

PAN Optimistis Jadi Penentu Koalisi Parpol 2014

Jajaran pengurus PAN berkumpul di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (17/2/2013) - Foto: liputan6.com)
Jajaran pengurus PAN berkumpul di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (17/2/2013) – Foto: liputan6.com)

dakwatuna.com – Jakarta.  Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Tjatur Sapto Edy optimistis PAN akan menjadi penentu peta koalisi pada konstelasi partai-partai politik nasional tahun 2014.

“Kami meyakini PAN akan menjadi penentu peta koalisi, baik di antara partai menengah, partai berbasis Islam, maupun dengan partai besar yang telah menetapkan calon presiden (capres),” kata Tjatur Sapto Edy ketika dihubungi melalui telepon selulernya, Ahad (23/3).

Menurut Tjatur Sapto Edy, berdasarkan UU Pemilu dan UU Pemilu Presiden yang berlaku saat ini, maka pasangan calon presiden dan calon wakil presiden yang akan diusung oleh partai politik dan atau gabungan partai politik paling banyak hanya empat pasangan.

Kondisi ini, kata dia, membuat partai-partai politik yang perolehan suaranya pada pemilu legislatif tidak mencapai 20 persen, harus membangun koalisi mencapai 20 persen suara, untuk dapat mengusung pasangan calon presiden dan calon wakil presiden.

“Mencermati pada peta politik nasional saat ini, kami meyakini PAN akan menjadi penentu koalisi. Jika PAN memenuhi target mencapai dua digit suara, maka akan menjadi partai empat besar,” katanya.

Wakil Ketua Komisi III DPR RI ini menjelaskan, berdasarkan hasil survei internal PAN terbaru, posisi PAN di pemilu legislatif 2014 akan menempati posisi empat besar.

“Itu artinya jika partai-partai menengah bergabung, maka posisi tawarnya PAN sangat kuat,” katanya.

Tjatur juga memperkirakan, beberapa partai politik sulit berkoalisi karena adanya kendala psikologis dan komunikasi, sedangkan PAN dapat berkomunikasi dengan partai apapun, karena hubungannya baik.

Dengan kondisi tersebut, menurut Tjatur, PAN optimistis dapat meningkatkan perolehan suara pada pemilu legislatif dan dapat berkoalisi dengan partai apapun menjelang pemilu presiden.

Apalagi, kata dia, Ketua Umum PAN adalah Menko Perekonomian Hatta Rajasa yang dipandang sebagai figur berpotensi dan memiliki kekuatan, sehingga menambah rasa percaya diri para pengurus partai tersebut. (ROL/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.
  • BramSonata

    Sebaiknya umat Islam hanya punya SATU PARTAI walau didalamnya sarat kilafiyah dalam memahami makna/subtansi agama Islam, ini yg benar bukan koalisi.
    Dinyakini, kalau umat Islam hanya punya SATU partai, jangan kan manusia, IBLISNYA tunduk dan menyingkir saat partai Islam (ini) sedang kampanye.
    beda dengan kampanye partai Islam yg majemuk.

Lihat Juga

Silaturahim Pengurus PKS DKI Jakarta dengan Pengurus Gerindra DKI Jakarta. (Zakaria/humaspksdkijakarta)

Koalisi PKS-Gerindra di Pilkada DKI 2017