Home / Berita / Nasional / Agar Pemilu Lancar, Ustadz Yusuf Mansur Gelar Doa Bersama

Agar Pemilu Lancar, Ustadz Yusuf Mansur Gelar Doa Bersama

Ustadz Yusuf Mansyur - wisatahati.com
Ustadz Yusuf Mansyur – wisatahati.com

dakwatuna.com – Jakarta.  Pemilihan umum (Pemilu) yang jujur, tertib dan lancar menjadi harapan masyarakat Indonesia dalam menikmati perayaan pesta demokrasi pada 9 April mendatang.

Demi mewujudkan harapan tersebut, Ustadz Yusuf Mansur pun berinisiatif untuk menggelar doa yang digelar di Masjid Istiqlal pada 30 Maret 2014 demi tercapainya kelancaran dan ketertiban pada Pemilu 2014.

“Berdoa agar Pemilu lancar, tidak ada penyusupan, tidak ada yang menunggangi, semoga berhasil, jalannya aman dan lancar,” harap Ustadz Yusuf saat ditemui di Pondok Pesantren Darul Qur’an, Tangerang, baru-baru ini.

Penceramah yang juga penggagas cerita ‘Tukang Bubur Naik Haji’ mengatakan kalau sebagian besar masyarakat khawatir dan cemas terhadap proses penyelenggaraan demokrasi nanti.

“Kekhawatiran pertama kita melepas event besar ini kalau tidak dengan bantuan Allah. Ini nasib anak turunan kita. Kita izin kepada Allah untuk ini. Kita minta bimbingan terhadap Allah agar bisa mencoblos calon yang baik,” urai dia.

Melalui doa bersama, penceramah yang akrab dengan sebutan ‘ustadz sedekah’ itu berharap Indonesia bisa mendapatkan pemimpin yang baik, jujur dan mampu mengubah Indonesia ke arah yang jauh lebih baik.

“Kita cuma pingin, bahwa siapapun orang yang maju, bukan cuma membawa kejayaan sesaat. Jangan cuma kemajuan angka. Pemimpin yang terpilih bisa majuin lahir batin, dan juga selamat,” harap dia. (Aditia Saputra/liputan6/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 8,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Yang Tersisa Dari Medan Pilkada