Home / Berita / Internasional / Eropa / Sebelum Turki, Perancis Pernah Bermasalah dengan Twitter

Sebelum Turki, Perancis Pernah Bermasalah dengan Twitter

Masalah twitter di Turki (todayszaman.com )
Masalah twitter di Turki (todayszaman.com )

dakwatuna.com – Ankara. Dua tahun yang silam, terjadi sebuah peristiwa di Perancis. Peristiwa itu berbuntut keputusan pengadilan yang mewajibkan twitter menghapus 350 ribu tweet yang dinilai menghina bangsa Yahudi.

Oleh karena itu, keputusan Turki untuk menutup twitter bukanlah yang pertama kali terjadi di sebuah negara demokrasi. Hal ini seperti diberitakan anadolu, Jumat (21/3/2014) kemarin. Pengguna layanan twitter, menurutnya, telah menyetujui persyaratan untuk menghormati undang-undang yang berlaku di negara pengguna.

Peristiwa di Perancis bermula saat muncul sebuah gerakan di twitter yang membawa slogan “Yahudi Terbaik Adalah Yahudi yang Telah Mati”. Slogan ini diambil dari perkatan seorang jenderal Amerika Amstrong Coster saat melakukan pembantaian etnis Indian tahun 1860. Karena itulah, aliansi mahasiswa Yahudi di Perancis memerkarakan gerakan ini ke pengadilan Paris. Mereka menuntut pihak twitter menghapus ratusan ribu tweet yang menjelek-jelekkan Yahudi, dan mengungkap siapa pemilik akun-akun yang mempublikasikannya. Pengadilan memutuskan bahwa twitter diberi waktu 15 hari untuk melaksanakan keputusan itu.

Namun setelah berjalan dua bulan, twitter tidak juga melaksanakannya. Hal inilah yang mendorong Aliansi mahasiswa Yahudi untuk mengajukan tuntutan yang baru, meminta pengadilan untuk mendenda twitter sebesar US$ 38 juta (Rp. 454 milyar), selain tuntutan khusus untuk direktur twitter. Barulah setelah itu twitter melaksanakan putusan pengadilan. (msa/dakwatuna/anadolu)

About these ads

Redaktur: M Sofwan

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

M Sofwan
Ketua Studi Informasi Alam Islami (SINAI) periode 2000-2003, Kairo-Mesir

Lihat Juga

Pengungsi Suriah kembali ke rumahnya di Jarabulus. (aa.tr.com)

4.200 Pengajar Dikerahkan Untuk Mengajar Bahasa Turki Kepada Pengungsi Suriah

Organization