Home / Narasi Islam / Artikel Lepas / Aku, “KAMMI”, dan Gunung Sinabung

Aku, “KAMMI”, dan Gunung Sinabung

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

 

(Foto: Elfirda Ade Putri Jamil)
(Foto: Elfirda Ade Putri Jamil)

dakwatuna.com Tim sosmas  PW KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) Sumut tiba di desa Gung Pinto, kecamatan Namanteran Kab. Tanah Karo, Sumatera Utara. Pada Jum’at, 7 Maret 2014 pukul 22.00 WIB. Tim Sosmas PW KAMMI Sumut diterima dengan baik oleh masyarakat. Sesampainya di desa Gung Pinto, Tim menginap di rumah Bapak Herman, salah satu warga. Di kediaman Pak Herman tim disambut dengan baik, tim disuguhi kopi dan teh hangat disertai obrolan ringan.

Desa Gung Pinto merupakan salah satu desa yang berada di Kec. Namanteran, Kab. Tanah Karo, Sumatera Utara. Desa ini berjarak ± 6 KM dari titik Gunung Sinabung dan merupakan salah satu daerah yang terkena dampak erupsi gunung Sinabung.

Paginya Tim Sosmas yang laki-laki bergerak ke mesjid untuk shalat subuh berjamaah, di mesjid TIM mendapati beberapa orang tua (warga desa) yang berada di dalam mesjid untuk menunggu waktu Shalat subuh tiba. Setelah shalat subuh Tim bercerita kepada Bapak-bapak tersebut atas maksud dan tujuan kedatangan Tim Sosmas ke Desa Gung Pinto, dan mereka sangat antusias dengan kedatangan Tim ini.

Lalu tepat jam 09.00 WIB, tim sosmas ditemani oleh Pak Herman pergi menjumpai kepala desa. Setiba di kediaman kepala desa, terdapat juga ketua BPD ( Badan Permusyaratan Desa) yaitu Bapak Martin Sitepu. Tim menyeritakan maksud dan tujuan kedatangan KAMMI tersebut, yaitu membangun desa binaan, mengadakan kegiatan sosial seperti rumah mengaji yaitu memberikan pendidikan ilmu Islam kepada warga desa setempat, terutama kepada anak-anaknya. Kepala desa dan Ketua BPD menerima program yang kita rencanakan dan sangat bersyukur dengan kedatangan tim yang memperhatikan sedikit dari banyak kebutuhan mereka.

Siangnya tepat pukul 11.00 WIB, Tim Sosmas di temani putra Bapak Herman, Bang Ismail bergerak menuju Desa Lau Kawar, di dalam perjalanan banyak hal yang diperhatikan oleh tim di antaranya kebun-kebun warga yang rusak dan hancur akibat erupsi gunung sinabung, ada juga bangunan sekolah dan mesjid yang roboh. Setiba  di desa tersebut keadaannya sangat sepi dan gersang, dan tim bahkan masih disambut dengan suara gemuruh gunung yang hendak mengeluarkan erupsi. Alhamdulillah erupsi tidak besar dan masih cukup aman untuk dilalui. Setelah melihat-lihat keadaan, tim kembali bergerak ke Desa Gung Pinto.

Sesampainya di desa Gung Pinto tim diajak Pak Herman melihat-lihat kebun warga,  Tim melihat banyak kebun-kebun warga yang rusak tanamannya. Setibanya di kebun milik Pak Herman, tim ikut memetik tanaman yang berada di kebun/ladang tersebut.

Usai dari kebun, tim bergerak kembali ke rumah Pak Herman dan beristirahat sejenak, dan setelah itu bersih-bersih untuk bersiap mengajar ngaji di Mesjid Taqwa. Tepat pukul 18.00 WIB tim bergerak ke mesjid untuk shalat maghrib, Setiba di mesjid Tim mendapati ada sebuah bangunan tua di samping mesjid, bangunan tersebut merupakan surau warga desa sebelum dibangunnya mesjid Taqwa ini, bangunan tersebut sekarang digunakan untuk tempat shalat Idul fitri dan Idhul Adha dikarenakan bangunannya yang lumayan luas, dan sekarang keadaannya sangat memprihatinkan dan perlu adanya renovasi. Bangunan itu nantinya akan dijadikan tempat belajar mengaji bagi warga desa Gung Pinto. Selesai shalat maghrib proses belajar mengaji kepada anak-anak di mulai. Anak-anak desa Gung Pinto sangat bersemangat untuk mengaji. Ada sekitar 100 orang anak-anak yang ikut mengaji di mesjid malam itu. Tim ikut serta dalam mengajar anak-anak mengaji, dan juga tim membagikan sejumlah buku Iqro’ kepada Pak Juri yaitu ketua remaja mesjid yang bertanggung jawab untuk mengajar mengaji anak-anak desa ini.

Setelah selesai mengajar mengaji dilanjutkan shalat isya berjamaah.  Setelah itu Tim kembali ke rumah Pak Herman. Malam mulai larut dan suhu udara semakin dingin. Paginya tim bersiap-siap untuk pulang kembali ke Medan.

Kegiatan tak hanya sampai di sini. Dengan bantuan dan koordinasi pihak-pihak yang terkait tim PW KAMMI Sumut akan secara rutin melakukan pembinaan dan pemberdayaan di desa ini. Semoga kegiatan ini bisa segera memulihkan kondisi desa yang saat ini masih sedikit terabaikan. Bila semua warga berusaha untuk saling membantu memajukan daerah-daerah yang masih tertinggal maka percepatan pembangunan bangsa ini bukan hanya cerita belaka namun ia akan menjadi realisasi yang akan mengantarkan bangsa ini menuju peradaban yang merata di seluruh daerah. Sehingga cita-cita membentuk negara yang madani itu dapat segera terwujud.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Ketua divisi Pemberdayaan Perempuan PW KAMMI Sumut.

Lihat Juga

Tenaga Kerja Asing

KAMMI Sindir Jokowi Pro Asing-Aseng dan Tidak Berpihak pada Buruh Lokal