Home / Berita / Nasional / ‘Partai Islam Harus Bangkit Bersama’

‘Partai Islam Harus Bangkit Bersama’

Ilustrasi. (dakwatuna/hdn)
Ilustrasi. (dakwatuna/hdn)

dakwatuna.com – Jakarta.  Parpol Islam diharapkan membangun poros kekuatan bersama. Tujuannya, untuk menguatkan perolehan suara. Target besarnya adalah membuat parpol Islam unggul pada pemilu tahun ini.

Ketua Bidang Organisasi dan Penguatan Ideologi Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Irgan Chairul Mahfiz, menyatakan kekuatan partai Islam tidak boleh berdiam diri. Harus mengagendakan pencapresan mengingat pemunculan capres yang mewakili gabungan partai Islam diperlukan.

“Ini untuk antitesis berbeda dari kehadiran figur Jokowi ataupun Prabowo,” paparnya, saat dihubungi, Kamis (20/3).

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI itu menambahkan, untuk memunculkan kondisi pencapresan bersama di antara kelompok partai Islam, pengalaman terbentuknya poros tengah sangat berarti. Dulu poros ini pernah diprakarsai Amien Rais saat menjadikan Gus Dur sebagai presiden pada Sidang Umum MPR 1999.

Dari hasil Pemilu tahun itu, dapat dilanjutkan dengan menciptakan poros politik baru di lingkungan partai Islam atau berupa poros tengah jilid dua. Dengan membangun poros baru itu, katanya, keberadaan partai Islam akan diperhitungkan. Bukan saja di ranah publik yang menghendaki alternatif selain Jokowi dan Prabowo namun juga akan memberi dinamika baru terhadap keperluan pergantian kepemimpinan nasional.

Ini bermanfaat untuk memberikan alternatif dan variasi. Parpol Islam dapat lebih menjual dalam kaitan kredibilitas tokoh yang disiapkannya.“Intinya, partai Islam harus bangkit bersama dan memberi pilihan lain dalam aspirasi pencalonan presiden yang lahir dari komitmen serta atas dasar kebutuhannya untuk bangsa,” kata Irgan.

Semangat inilah yang harus dibangun oleh partai-partai Islam dengan menyepakati agenda politik pencapresan sendiri. Siapa tokohnya, dapat dibahas terbuka serta tidak mengutamakan ego politik masing-masing.Dia menyebutkan bahwa calon presiden dari PDI Perjuangan Jokowi dan calon presiden dari Partai Gerindra Prabowo Subianto merupakan dua sosok yang memiliki kekuatan pendukung masing-masing sehingga perlu diimbangi bersama oleh poros partai-partai Islam.

Meskipun, jelasnya, semua calon yang muncul saat ini masih bergantung pada pencapaian perolehan suara dan kursi partainya pada Pemilu Legislatif 9 April 2014.Dari 12 partai politik tingkat nasional yang menjadi peserta Pemilu 2014, terdapat lima partai politik berbasis utama umat Islam yakni PPP, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Bulan Bintang (PBB).Setelah Pemilu Legislatif, potensi pertarungan dalam ajang Pemilu Presiden 9 Juli lebih berwarna.

“Tidak hanya ditentukan dua kutub kuat, karena masyarakat akan mendapatkan pilihan capres lain di luar PDIP atau Gerindra,” ujar Irgan. (ROL/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.
  • heruprayogo

    Setuju dengan idenya. Praktisnya PKB, PPP, PBB harus mengikuti PKS yg merupakan partai Islam terkuat sekarang dlm memilih capres: Anis Matta.

Lihat Juga

Pilih Pengobatan Alternatif, Herbal atau Medis