Home / Berita / Nasional / Politik Uang, MUI: Ini Sebuah Musibah

Politik Uang, MUI: Ini Sebuah Musibah

Din Syamsuddin Resmi ketua Umum MUI,  - Foto: solopos.com
Din Syamsuddin Resmi ketua Umum MUI, – Foto: solopos.com

dakwatuna.com – Jakarta.  Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin menyebut budaya politik uang di tengah suasana Pemilu 2014 masih terjadi. Politik uang ini dinilai sebagai sebuah musibah.

“Ini musibah jika itu (politik uang) merajalela,” katanya dalam acara Taushiyah MUI Menghadapi Pemilu Legislatif 2014, di gedung MUI, Jakarta, Rabu (19/3/2014).

Politik uang, tambah Ketua Umum PP Muhammadiyah ini, akan membawa dampak pada kemaslahatan yang lain.

Dalam kesempatan tersebut, Din juga menjelaskan pemilu legislatif 9 April 2014 nanti merupakan agenda penting untuk masa depan rakyat.

Dia mengaku optimis Pemilu 2014 bisa lebih baik, meski peluang tersebut sangat sedikit. Apalagi di tengah kondisi rakyat yang apatis dan pesimis terhadap wakil rakyat yang bisa mendorong perubahan.

“Kita harus tetap optimis, sebesar apapun peluang itu,” katanya.

Sebab pemilu, katanya, merupakan cara yang damai dan konstitusional dalam menyelesaikan masalah yang ada.

Din juga berpesan agar tidak memilih wajah wakil rakyat yang sekarang menjabat tetapi mengabaikan tugasnya.

“Anggota pada periode yang lalu yang sudah diketahui oleh rakyat ketakmampuannya, ketakpertanggung jawabannya, tidak usah dipilih,” himbau Din.

Adapun 5 poin dalam taushiyah yang disampaikan, yakni:

1. Pemilu adalah agenda nasional yang penting maka harus dipentingkan.

2. Pemilu 2014 memiliki makna strategis untuk mengakhiri masa transisi dan mengkonsolidasikan demokrasi Indonesia guna terjadinya perbaikan dan kemaslahatan dalam kehidupan bangsa dan negara.

3. Meminta kepada segenap pihak, khususnya pemerintah, KPU dan parpol peserta pemilu untuk mengedepankan persatuan dan kesatuan bangsa.

4. Meminta semua pihak agar menghindari perbuatan terlarang khususnya politik uang.

5. Kepada warga negara pemilih agar menggunakan hak pilihnya dengan sebaik-baiknya penuh tanggungjawab, serta cerdas dengan menggunakan kalbu. (gus/inilah/sbb/dakwatuna

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Politik Religius (inet) - gazeta-shiqip.com

Simbiosis Mutualisme Islam dan Politik

Organization