Cinta

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (inet)
Ilustrasi. (inet)

dakwatuna.com

Ntah mengapa, malam ini terasa begitu berbeda.
Malam yang biasanya kugunakan untuk membaca.
Malam yang biasanya kugunakan untuk mengeja makna dari setiap canda dan tawa.
Malam yang biasa kugunakan untuk memetik hikmah dari setiap cerita.
Cerita dari mereka, sahabat yang setia dalam suka maupun duka.

Ntah mengapa, malam ini terasa begitu berbeda.
Malam yang biasa kugunakan untuk menunaikan hak.
Atas siang yang begitu melelahkan raga.
Malam yang biasa kugunakan untuk menyusun kembali puzzle kebaikan yang telah porak-poranda.
Namun mengapa? Mengapa malam ini begitu berbeda?
Malam ini, aku hanya ingin sendiri.
SENDIRI. Ya, Hanya sendiri. Tanpa cerita, Tanpa canda, Tanpa tawa.
Senang, Gelisah, Takut.
Semua bercampur menjadi adonan rasa yang begitu menyiksa.
Tuhan. Ingin rasanya aku meluapkan apa yang kini kurasa.
Tuhan. Ingin rasanya aku menggedor, menyadarkan sang nyali dalam dada.
Tuhan. Ingin rasanya aku mendobrak, meruntuhkan rasa taat yang selalu berjaga.

Ya Allah. Aku iri pada mereka.
Mereka yang begitu mudah mengumbar rasa.
Mereka yang begitu mudah merayu manja.
Mereka yang begitu mudah menebar janji setia.
Mereka yang begitu mudah mencoret, merobek bahkan membakar semua lembaran pahala.
Mereka yang begitu mudah menolak untuk taat dan menghamba.

Ya Allah. Seandainya siksa-Mu tidak pernah ada.
Seandainya api neraka-Mu hanya sepanas bara yang menyala.
Seandainya malaikat-Mu mau menerima taubatku di alam sana.
Maka akan kulabuhkan gelora jiwa ini kepadanya.
Maka ingin kusematkan rasa ini di hatinya.
Namun aku tahu Ya Rabb.
Bahwa ini belumlah saatnya.
Bahwa ini mungkin bukanlah tempatnya.
Bahwa ini mungkin hanya nafsu yang tersulut oleh kobaran asmara.
Oleh karena itu Ya Rahman.
Izinkan aku menjaga rasa ini agar tidak pernah salah menemukan pusaranya.
Izinkan aku menjaga rasa ini agar tidak termakan nafsu dunia.
Ya Rahim.
Izinkan aku menyimpan rasa ini hanya dalam doa.
Izinkan aku mengalirkan rasa ini bersama air mata yang tumpah dalam gulita.
Izinkan aku mencurahkan CINTA ini hanya kepada-Mu semata.
Bersama ucapan takbir, rukuk dan sujudku di atas sajadah.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (6 votes, average: 9,33 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Benni Situmorang.
Mahasiswa.

Lihat Juga

Ilustrasi. (inet)

Geliat Cinta Pejuang