Home / Berita / Nasional / MUI: Soal Dosa atau Tidak, Bukan Kapasitas Kapolri

MUI: Soal Dosa atau Tidak, Bukan Kapasitas Kapolri

Kapolri Jenderal Sutarman
Kapolri Jenderal Sutarman

dakwatuna.com – Jakarta.  Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ahmad Cholil Ridwan, mengimbau Kapolri Jenderal Sutarman menggunakan jabatannya agar selaras dengan ibadah kepada Allah SWT. Hal itu disampaikan Cholil menanggapi pernyataan Sutarman yang mengatakan tak memakai jilbab dalam seragam polisi bukanlah dosa.

Cholil mencontohkan polwan di negara tetangga seperti Brunei dan Malaysia yang banyak menggunakan jilbab. “Sangat ketinggalan zaman jika polwan tidak diizinkan untuk menggunakan jilbab,” kata dia saat dihubungi, Senin (17/3).

Kapolri, sebut Cholil, tidak punya kapasitas dalam menyatakan soal berdosa atau tidak berdosa. Kapolri bukan Ulama. Kecuali jika pernyataan Kapolri mengutip ulama atau berdasarkan salah satu ayat di Al-Quran.

Sebelumnya, saat mengunjungi Mapolda DI Yogyakarta, Kamis (13/3), Sutarman mengatakan polwan harus tetap mematuhi peraturan yang ada saat ini. Yakni, tidak mengenakan jilbab dalam seragam kepolisian. Ia pun menyatakan tak memakai jilbab dalam seragam polisi bukanlah dosa.

“Insya Allah tidak berdosa karena termasuk kita merelakan hak asasi kita ini, karena memproklamirkan diri menjadi anggota Polri,” katanya. (ROL/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 9,50 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.
  • Eagle Lubis

    We… Di tempat aku Banda Aceh, Polwan yang beragama islam itu wajib memakai jilbab dan menutup aurat, wah…. semua polwan yang ada di daerah aku cantik-cantik dan berwibawa (dengan memakai jilbab)

    • Hamba Allah

      manteeb

  • Sejuki

    Kok cara bicara dan berfikir Kapolri ini menyangkut Jilbab sepertinya korslet ya? Orang yg ngomong kayak gitu mestinya lebih cocok orang yg bukan muslim. Mengerikan. Itu sama sama saja dg menantang Allah SWT secara langsung, seakan ngomong begini: “Wahai Allah, terpaksa hamba menentang hukum-Mu kali ini, karena hamba lebih takut kepada manusia dari pada kepada Engkau”. Sambil ngedumel dalam hati, “Emang gue fikirin…” Wkwkwkwkwk…

    Luar biasa sombongnya…!!!! Na’uudzu billaahi min dzaalik…….

    • Hamba Allah

      Santai bro… dalam masalah ini, ulama membedakan antara beberapa hal:
      1. Dia mengingkari kewajiban memakai jilbab.
      2. Dia tidak mengingkari, namun dia ditekan oleh orang lain.
      3. Dia tidak mengingkari, dan sedang berusaha untuk mengegolkan peraturan yang membolehkan memakai jilbab. Nah dimasa transisi ini (selama penggokan peraturan hingga muncul keputusan baru), dia mengharapkan agar polwan sabar, dan tidak usah memakai dulu, karena kalau memakai takut terkena sangsi. Maka insya Allah tidak berdosa, karena yang menanggung dosanya adalah pembuat undang2x itu… dan sebentar lagi akan muncul peraturan baru yang membolehkan. nah. saat itu baru memakai jilbab..

      Tiga perkara tersebut, memiliki hukum yang berbeda2x… Tidak bisa disamakan…jadi sebelum memvonis kapolri, harus tahu dulu, mana diantara tiga hal ini yang dimaksud oleh beliau. baru setelah itu hukum dikeluarkan, sesuai dengan kondisi. karena fatwa harus sesuai dengan kondisi (realita) yang ada. terima kasih

      • Sejuki

        Masalahnya sepele amat kok. Kenapa harus mencla mencle. Tadinya Kapolri gak melarang, sekarang melarang. Apa sih susahnya membolehkan berjilbab. Kalo hanya dg alasan belum ada aturan baku, apa sih susahnya buat dulu aturan sementara melalui surat edaran Kapolri, tentukan warna dan modelnya begini dan begitu. Biaya utk sementara ditanggung sendiri-sendiri. Beres kan? Susah amat sih…!!!

        Emang dg Polwan yg muslim berjilbab, Kepolisian Indonesia akan turun harkat dan martabatnya? Hallo???

Lihat Juga

Ketua MUI Din Syamsuddin.  (panjimas.com)

Ulama Minta Umat Islam Kawal Kasus Ahok