Home / Berita / Daerah / Dukung Potensi Wisata, BSM Bangun Mushalla di Bromo

Dukung Potensi Wisata, BSM Bangun Mushalla di Bromo

Dirut Bank Syariah Mandiri (BSM) Yuslam Fauzi (kiri), Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf (kanan) dan Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Ayu Dewi Utari, saat Peresmian Mushalla Syariah Mandiri, di kawasan wisata Bromo, Pasuruan, Sabtu (15/3) - Foto: ROL
Dirut Bank Syariah Mandiri (BSM) Yuslam Fauzi (kiri), Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf (kanan) dan Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Ayu Dewi Utari, saat Peresmian Mushalla Syariah Mandiri, di kawasan wisata Bromo, Pasuruan, Sabtu (15/3) – Foto: ROL

dakwatuna.com – Pasuruan.  Wajah Bupati Pasuruan, Jawa Timur, H Muhammad Irsyad Yusuf, tampak seuringah.

Berkali-kali ia menghaturkan terima kasih kepada Direktur Utama Bank Syariah Mandiri (BSM) Yuslam Fauzi dan jajarannya yang membangun Mushalla di wilayah Pananjakan, Gunung Bromo, Pasuruan, Jawa Timur.

”Saya sangat berterimakasih kepada Bank Syariah Mandiri dan Laznas BSM yang telah membangun mushalla di Pananjakan,” ujar Bupati Pasuruan, Jawa Timur, H Muhammad Irsyad Yusuf, Sabtu (15/3).

Mantan Komandan GP Anshar ini mengaku pernah kesulitan melaksanakan shalat Subuh ketika akan menyaksikan sunrise (matahari terbit) di Pananjakan, Gunung Bromo, beberapa waktu lalu.

Bupati Pasuruan akhirnya shalat Subuh menumpang di sebuah warung kecil di wilayah Pananjakan. Menurut bupati, pembangunan mushalla di tempat wisata sangat bermanfaat dan membantu para wisatawan.

”Pembangunan mushalla di tempat wisata seperti Pananjakan ini sangat membantu para wisatawan, baik domestik mau pun wisatawan asing yang muslim. Mereka dengan tenang melaksanakan shalat sekaligus menikmati pemandangan yang indah,” ungkapnya penuh syukur.

Ungkapan senada disampaikan Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam, Ayu Dewi Utari.

Ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan rombongan berkunjung ke Pananjakan, Gunung Bromo, belum lama ini, Ayu mengaku kesulitan ketika ditanya Paspampres mengenai tempat shalat yang baik. Akhirnya dibuatkan sebuah bangunan kecil semacam gazebo tak jauh dari tempat menyaksikan sunrise.

”Kalau sekiranya bangunan Mushalla Syariah Mandiri yang dilengkapi dengan fasilitas wudhu dan kamar kecil sudah berdiri waktu itu, tentu kita tak akan kesulitan. Karena itu, kami sangat berterimakasih kepada Bank Syariah Mandiri dan Laznas BSM,” ungkap Ayu.

Bank Syariah Mandiri (BSM) bekerjasama dengan Taman Nasional Bromo-Tengger Semeru (TNBTS) membangun mushalla di lokasi wisata Bromo Tengger. Pembangunan mushalla tersebut merupakan upaya BSM untuk mendukung industri pariwisata dalam negeri.

Kehadiran mushalla diharap bisa meningkatkan jumlah wisatawan ke kawasan Bromo-Tengger. Peresmian bangunan mushalla dan fasilitas pendukung berlangsung Sabtu pagi (15/3).

Hadir pada peresmian tersebut Direktur Utama Bank Syariah Mandiri Yuslam Fauzi, Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Ayu Dewi Utari, Ketua Lembaga Zakat BSM Ki Agus Thohir, dan Bupati Kabupaten Pasuruan Irsyad Yusuf.

Bangunan mushalla berdiri dengan luas 81 meter persegi di atas tanah seluas 1.800 meter persegi yang dikelola TNBTS. Mushalla dilengkapi delapan unit kamar mandi pria dan wanita, tempat wudhu, taman, dan gazebo untuk menyaksikan sunset di lokasi Bromo.

Bangunan mushalla dilengkapi gapura dengan desain arsitektural Hindu Majapahit sebagai penghormatan kepada masyarakat Hindu Tengger.

Lokasi mushalla tidak jauh dari lokasi masyarakat menyaksikan mata hari terbit (sunrise) di Pananjakan. Mushalla hasil kerjasama BSM dan TNBTS ini diberi nama Mushalla Bank Syariah Mandiri.

Pembangunan mushalla menghabiskan dana sekitar Rp 1,4 miliar dari anggaran dana sosial BSM dan Lembaga Zakat BSM. Adapun lahan disediakan TNBTS. Pengamanan wilayah ini diserahkan kepada masyarakat Tengger.

Kehadiran mushalla di kawasan Bromo diharap bisa mendongkrak kunjungan wisatawan ke daerah tersebut. Saat ini masyarakat lebih banyak menyaksikan sunrise (matahari terbit) dan kawah Bromo.

Namun sekarang, masyarakat juga bisa menyaksikan mata hari terbenam (sunset) di kawasan Bromo di lokasi yang telah disediakan.

Direktur Utama BSM Yuslam Fauzi menyatakan pembangunan mushalla itu merupakan dukungan terhadap pariwisata Bromo. Saat ini wisata syariah mulai berkembang di Tanah Air.

Hal itu merupakan efek lanjut dari berkembangnya industri keuangan syariah yang dipelopori bank syariah. ’’Dengan kehadiran mushalla, wisatawan terutama Muslim menjadi lebih nyaman,” ujarnya.

Dengan kehadiran mushalla, Yuslam Fauzi berharap bukan hanya wisatawan domestik meramaikan Bromo tapi juga wisatawan asing terutama dari negeri Timur Tengah.

Kehadiran wisatawan, sambung Yuslam, juga tetap harus menghargai alam dengan menjaga kebersihan, ketertiban kawasan Bromo dan menghargai adat budaya lokal masyarakat Tengger.

Hal senada dipaparkan Kepala TNBTS Ayu Dewi Utari. Menurut dia, kehadiran mushalla akan membuat wisatawan terutama Muslim lebih nyaman. Dia berharap kehadiran mushalla dapat mendongrak wisatawan ke Bromo.

Pada 2013 jumlah wisatawan ke Bromo mencapai 579.132 orang atau meningkat 30 persen dari tahun sebelumnya, yang berjumlah sekitar 400 ribu orang.

’’Mudah-mudahan dengan kehadiran mushalla, wisatawan domestik dan dari Timur Tengah atau negara Muslim lainnya berkunjung ke daerah ini.’’ ungkap Ayu.

Selain membangun mushalla, pada kesempatan tersebut BSM memberikan beasiswa kepada 50 siswa (SD, SMP, dan SMA) masyarakat suku Tengger, menyerahkan alat pertanian (sprayer) kepada 50 petani Tengger, bibit cemara gunung serta memberikan bantuan Al-Quran untuk masjid di wilayah Tosari.  (ROL/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Ilustrasi - Candi Borobudur. (komunikasi.fisip.undip.ac.id)

DDII Tolak Wacana Konversi Borobudur Jadi Wihara Buddha Internasional