Home / Berita / Opini / PKS Siap Berkompetensi Dalam Kebaikan

PKS Siap Berkompetensi Dalam Kebaikan

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Logo PKS. (ist)
Logo PKS. (ist)

dakwatuna.comBismillah…

Kaget melihat simpatisan, kader dan partai saling menjatuhkan. Terkadang cara menjatuh rival politik nyeri-nyeri sedap, di luar nalar bahkan cara menjatuhkan pun tidak mengenal aturan agama, terpenting bisa mematikan langkah rival untuk maju ke Senayan dan untuk bisa memenangkan pesta demokrasi.

Partai yang paling banyak dibully oleh rival yaitu partai keadilan sejahtera (PKS) baik di social media, di televisi maupun di lapak-lapak pinggir jalan. Tetapi satu-satunya cara dipergunakan ketika PKS dikecutkan, memberi maaf karena memberi maaf adalah sifat mulia. Perkataan yang baik dan pemberian maaflebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun.” (Al-Baqarah: 263). Selain itu, alasan mengapa PKS begitu ikhlas memaafkan karena PKS memiliki visi yang siap berkompetensi dalam kebaikan bukan siap membalas serangan, bukan siap menjatuhkan, dan bukan siap menabur uang. Kader sangat paham dengan ayat berikut ini Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula)”. (Ar-Rahmaan: 60).

Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia” (Fushshilat: 34).

“Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang beriman. bertakwalah kepada Tuhanmu.” Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas” (Az-Zumar: 10).

“Dan barangsiapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia orang yang berbuat kebaikan, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang kokoh. Dan hanya kepada Allah-lah kesudahan segala urusan” (Luqman: 22).

“Barangsiapa yang datang dengan (membawa) kebaikan, maka baginya (pahala) yang lebih baik daripada kebaikannya itu; dan barangsiapa yang datang dengan (membawa) kejahatan, maka tidaklah diberi pembalasan kepada orang-orang yang telah mengerjakan kejahatan itu, melainkan (seimbang) dengan apa yang dahulu mereka kerjakan” (Al-Qashash: 84).

Maka dari itu PKS sudah siap kompetensi kebaikan sesuai dengan aturan-Nya. Tidak hanya siap berkompetensi, juga siap memberi ide spektakuler, siap memberi solusi dan siap melayani demi kemajuan bangsa Indonesia seperti tagline PKS “Cinta, Kerja, dan Harmoni”.  Satu hal yang menarik dan add value Partai tersebut banyak diisi oleh anak muda kreatif, anak muda berpendidikan, anak muda yang energik, anak muda yang lulus dari universitas ternama dalam negeri maupun luar negeri, dan anak muda shalih tidak pernah hilang untuk menabur kebaikan di berbagai kalangan, suku, agama serta profesi.

Sayangnya masih sering mendengar sebagian organisasi masyarakat, atau masyarakat sipil ingin mematikan kebaikan parpol tersebut dan ingin membubarkan.  Percayalah jika suatu partai sudah diisi oleh anak muda kreatif, berpendidikan, energik dan shalih otomatis hasil yang dihasilkan adalah sebuah keniscayaan menuju kebaikan, kemajuan dan siap membangun bangsa.

Tentunya kebaikan itu terasa sempurna, geregetan, dan bermakna jika masyarakat juga ikut serta mendukung, mendoakan, memantau kinerja PKS agar tetap istiqamah di jalan yang diridhai Allah. Akhirnya mengimbau kepada berbagai level masyarakat mari bergabung dengan PKS jika ingin ikut menebar kebaikan dan memajukan bangsa Indonesia.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (10 votes, average: 6,60 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Sholiat Alhanin
Alumni Unpad dan UGM. Berprofesi sebagai Dosen, Penulis Lepas dan Penyiar

Lihat Juga

Pilkada DKI

Tak Usung Kader Sendiri, Ini Pertimbangan PKS Usung Anies-Sandi