Home / Berita / Internasional / Asia / PM Malaysia: Pesawat itu Hilang Secara “Disengaja”

PM Malaysia: Pesawat itu Hilang Secara “Disengaja”

Staf lapangan di darat beristirahat di bawah sebuah pesawat Malaysia Airlines di Bandar Udara Internasional Kuala Lumpur di Sepang, Malaysia, Ahad (9/3/2014). (LAI SENG SIN/ASSOCIATED PRESS)
Staf lapangan di darat beristirahat di bawah sebuah pesawat Malaysia Airlines di Bandar Udara Internasional Kuala Lumpur di Sepang, Malaysia, Ahad (9/3/2014). (LAI SENG SIN/ASSOCIATED PRESS)pe

dakwatuna.com Misteri hilangnya pesawat Malaysia Airlines memasuki babak baru. Berdasarkan kabar terbaru, pesawat tersebut hilang di atas perairan Teluk Thailand sebagai hasil tindakan yang “disengaja”, demikian pernyataan PM Malaysia kepada wartawan Jum’at malam (14/3/2014).

The Associated Press melaporkan bahwa PM Najib Razak mengatakan bahwa komunikasi pada pesawat jet yang hilang itu “dinonaktifkan secara sengaja” dan bahwa sinyal terakhir yang diterima dari pesawat itu lebih dari 7 jam setelah lepas landas, yang berarti penerbangan pesawat bisa “berakhir” di mana saja dari Samudera Hindia Selatan ke Asia Tengah.

“Jelas bahwa pencarian MH370 telah memasuki fase baru”, kata Najib. “Kami berharap informasi ini membawa kita satu langkah lebih dekat untuk menemukan pesawat”.

“Meskipun laporan media mengatakan bahwa pesawat telah dibajak, saya ingin menjelaskan bahwa: kami masih menyelidiki segala kemungkinan apa yang menyebabkan MH370 menyimpang dari jalur penerbangan aslinya”, jelas PM Najib menanggapi pemberitaan beberapa media.

Dalam konferensi persnya, Najib mengatakan bahwa komunikasi terakhir pesawat itu terjadi saat pesawat di salah satu dari dua koridor yang memungkinkan: “koridor utara yang membentang dari sekitar perbatasan Kazakhstan dan Turkmenistan ke utara Thailand, atau koridor selatan yang membentang kira-kira dari Indonesia ke Selatan Samudera Hindia”.

Sebuah kunci penting dari bukti mengarahkan para investigator untuk menyimpulkan bahwa itu adalah tindakan yang disengaja yaitu pada saat kegagalan sinyal. Transponder sinyal pesawat itu berakhir lebih dari 10 menit sebelum sistem pesawat itu gagal. (Pete Pachal/Mashable/dakwatuna/hdn)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (10 votes, average: 7,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Lihat Juga

Jasad Awak Pesawat Tempur Rusia Ditukar dengan 169 Oposisi yang Ditahan Asad