Home / Narasi Islam / Resensi Buku / Wasiat Luqman Al-Hakim: Mendidik Buah Hati dengan Hikmah

Wasiat Luqman Al-Hakim: Mendidik Buah Hati dengan Hikmah

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

Judul: Wasiat Luqman Al-Hakim: Mendidik Buah Hati dengan Hikmah
Penulis: Syekh Mustafa Al-Adawi
Penerbit: Tinta Medina (Tiga Serangkai)
Tahun Terbit: Cetakan Pertama, November 2013
Jumlah Halaman: 112 halaman
ISBN: 978-602-9211-88-7

Mendidik Buah Hati Secara Islami

Cover buku "Wasiat Luqman Al-Hakim: Mendidik Buah Hati dengan Hikmah".
Cover buku “Wasiat Luqman Al-Hakim: Mendidik Buah Hati dengan Hikmah”.

dakwatuna.com Kewajiban orang tua terhadap anak tidak terbatas pada pemenuhan kebutuhan lahiriah saja, namun dari segi batiniyah pun demikian. Di mana salah satunya pendidikan juga menjadi kewajiban orang tua. Tuntunan mendidik anak yang baik dan sesuai dengan syariat Islam sudah banyak dipaparkan secara detail di dalam Al-Quran dan hadits. Tentu, kualitas dan metode yang digunakan orang tua dalam mendidik anak sangat menentukan karakter dan kepribadian  anak.

Terkait mendidik anak, Allah membuat satu surah khusus yang membahas tentang seorang ayah yang mendidik anaknya sesuai dengan syariat Islam. Yaitu surah Luqman. Buku Wasiat Luqman al-Hakim karangan Syeh Mustafa al-Adawi ini, merupakan salah satu buku yang membahas hal tersebut. Luqman adalah laki-laki yang diberi al-Hikmah oleh Allah. Dia mengingatkan kita melalui nasihatnya pada putranya agar kita mengambil manfaat dan faedah darinya (hal 20).

Wasiat pertama adalah kewaspadaan terhadap syirik. Syirik (mempersekutukan Allah) merupakan salah satu dosa besar. Seperti firman Allah, “…Wahai anakku! Janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.” (Luqman: 13) (hal 37). Selain itu, syirik juga dapat menghapus amal dan menghilangkan pahala, serta diharamkannya surga bagi pelaku syirik.

Wasiat kedua, tentang berbuat baik kepada kedua orang tua. Sebab orang tua mempunyai hak terbesar setelah hak Allah dan Rasul-Nya, seperti firman Allah. “… dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua… (An-Nisa’:36). Namun, ketaatan kepada orang tua selama tidak menyimpang dari ajaran Allah.

Selanjutnya, wasiat Luqman kepada anaknya yaitu tentang anjuran untuk berbuat baik kepada orang lain, serta pengawasan dan balasan Allah pada setiap yang kita kerjakan, seperti firman-Nya. “… dan kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat maka tidak seorangpun dirugikan walau sedikit; sekalipun hanya seberat biji sawi, pasti Kami mendatangkan (pahala). Dan cukuplah Kamu membuat perhitungan. (Al-Anbiya’:47) (hal 57-58).

Selain itu, Luqman juga berwasiat kepada anaknya tentang mengerjakan shalat. Shalat mempunyai berbagai faedah bagi manusia. Bahkan, shalat dapat menghapus kesalahan-kesalahan (dosa-dosa), seperti hadits nabi, “Shalat lima waktu digunakan Allah dalam menghapus kesalahan-kesalahan.” (HR Bukhari no. 528 dan Muslim no. 557) (hal 61).

Selanjutnya, Luqman berwasiat tentang melaksanakan yang makruf dan mencegah yang munkar. Karena perbuatan tersebut menjadi penyelamat di dunia dan akhirat, seperti firman Allah “… dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebaikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung (Ali Imran: 104) (hal 66).

Secara lengkap, wasiat dan anjuran Luqman kepada anaknya terangkum dalam buku setebal 112 ini, tidak hanya menyinggung berkaitan dengan ibadah, tapi mengenai kehidupan sahari-hari juga dikupas tuntas secara gamblang. Penggunaan bahasa yang sederhana dan deskripsi lugas dari setiap ayat dan hadits yang dikutip menjadikan buku ini enak dibaca. Buku ini sangat cocok dijadikan referensi dalam mendidik buah hati menjadi anak yang shalih dan shalihah, seperti yang kita harapkan bersama. Semoga. Aamiin.

(Pirman/hdn)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 9,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Pegurus UKM FDI, dan Penggiat Klub Buku Booklicious, Mahasiswa Jurusan Agroteknologi, Fakultas Pertanian-Peternakan, Universitas Muhammadiyah Malang.

Lihat Juga

Pendidikan Keluarga Lindungi Anak dari Kejahatan Seksual Dan Seks Dini