Amelia

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.

Judul Buku: Amelia
Pengarang: Tere Liye
Penerbit: Republika
Jumlah Halaman: 392 Halaman
Bulan-Tahun Terbit: 2013

Cover buku "Amelia".
Cover buku “Amelia”.

dakwatuna.com Namanya Amelia. Di sekolah, tempat mengaji, tempat bermain, dan balai kampung, teman-temannya dan bahkan semua orang memanggilnya “Amel”. Ia bungsu dari empat bersaudara. Kakak pertamanya, Eliana, dikenal sangat pemberani. Sedang, Pukat, kakak keduanya selalu dipuji sebagai anak jenius karena kepandaiannya. Lain lagi Burlian, yang satu ini amat istimewa, tak ada yang bisa mengalahkan keteguhannya.

Meski paling disayang, Amel sebal menjadi anak bungsu. Menurutnya, menjadi anak bungsu tidak seenak seperti yang orang katakan… semua orang di rumah bisa menyuruh-nyuruhnya, meledeknya sebagai “penunggu rumah”. Namun, kelak ia akan tahu, sejauh apa pun ia melangkah, takdir akan membawanya kembali.

Inilah sedikit dari sekian banyak novel yang berisi ‘paket komplit’ bukan hanya hiburan semata, tapi juga sarat akan nilai-nilai kebaikan yang ingin disampaikan penulis lewat tokoh-tokoh di dalamnya. Bahkan dari buku ini kita juga sedikit banyak mengetahui berbagai macam kebudayaan, adat istiadat dan kebiasaan yang berlaku di beberapa daerah Sumatera, khususnya daerah Lembah Bukit Barisan.

Buku ini berkisah tentang Amelia, si bungsu dari empat bersaudara anak-anak Mamak dan bapak. Potret sebuah keluarga sederhana di pedalaman Pulau Sumatera. Amelia bersama ketiga kakaknya, Eliana, Pukat dan Burlian tumbuh dalam warisan sifat-sifat luhur yang diajarkan kedua orang tuanya –Mamak dan Bapak. Di tengah keterbatasan dan kesederhanaan, tersemat kasih sayang, kekeluargaan dan pegorbanan. Mengutip pernyataan Niam Masykuri, editor Majalah Parents Guide, buku ini adalah potret keluarga impian.

Keunggulan dari buku ini adalah ia bagai sebuah oase di tengah gersangnya produksi buku-buku mengenai anak-anak. dengan mengambil perspektif seorang anak kecil, Amelia, penulis mampu membawa pembaca hanyut pada potongan-potongan hikmah pada setiap kisahnya. Kita diajak menyusuri dunia anak-anak yang penuh keceriaan, kenakalan, disertai proses pembelajaran kehidupan dan pemahaman kearifan alam yang terjalin dalam alur yang indah, penuh semangat, dan juga mengharukan.

Di novel yang menjadi serial terakhir dari serial buku anak-anak mamak, Tere Liye, penulisnya, tetap sukses menyuguhkan dunia anak-anak dan tingkah polah-nya, beserta dunia orang tua yang disiplin namun penuh kasih sayang, menjadi satu bacaan yang sarat makna dan pembelajaran.

Setelah Burlian si anak spesial yang bercita-cita melihat dunia dengan kapal-kapal besar, dilanjutkan dengan Pukat si anak pintar, yang ingin menjadi peneliti dan menemukan harta karun terbesar kampungnya, dilanjutkan dengan Eliana, si anak sulung yang pemberani dan tidak bisa tinggal duduk diam melihat ketidakadilan dan kesewenang-wenangan yang terjadi di depan matanya. dan yang terakhir hadir Amelia sebagi penutup atas misteri yang tidak terjawab dari buku-buku sebelumnya.

Hadir dengan ilustrasi cover yang berkesan ‘klasik’, Amelia (juga Burlian, Pukat, dan Eliana), menghadirkan pemahaman-pemahaman baru ala Bapak-Mamak, Pak Bin, Wak Yati, dan Paman Unus. Juga petualangan seru lainnya yang penuh kenakalan dan proses belajar, khas dunia anak.

Namun ada beberapa kekurangan yang dapat menjadi koreksi bagi penulis maupun penerbit. cover buku terakhir ini dirasa kurang cocok bila dibandingkan dengan buku-buku pada serial sebelumnya. buku ini terkesan sangat anak-anak sekali. mungkin pesan yang ingin disampaikan sang ilustrator adalah buku ini mudah dicerna bagi anak-anak, namun sayangnya, antara cover buku dengan konten di dalamnya sangat bertolak belakang. membaca buku ini masih membutuhkan pemahaman dan sedikit banyak waktu untuk mencerna nilai yang ingin disampaikan oleh penulisnya.

Buku ini juga menggunakan beberapa kata dalam bahasa Belanda yang tidak disertai dengan artinya. Walaupun jumlah kata-kata tersebut terbilang sedikit tetapi hal ini dapat mengganggu pembaca untuk mengerti rangkaian cerita.

Ya, buku ini sangat direkomendasikan bagi semua usia. Cocok buat orang tua, sebagai salah satu bekal mendidik anak; dan sangat sesuai bagi anak-anak dan remaja untuk menumbuhkan pemahaman tentang kasih sayang, disiplin, setia kawan, dan kearifan alam. Serta berbagai profesi apapun di dunia ini.

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 5,50 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Putri Sukma Mandiri.
Mahasiswi S1 Fakultas Hukum Universitas Indonesia angkatan 2011. Peserta Beasiswa PPSDMS Nurul Fikri.

Lihat Juga

Surat Cinta untuk Darwis Tere Liye