Home / Pemuda / Puisi dan Syair / Ketika Hati Memilih Untuk Membisu…

Ketika Hati Memilih Untuk Membisu…

Konten ini adalah kiriman dari pembaca dakwatuna.com. Kirimkan informasi, gagasan, pemikiran, atau pendapat dari Anda dalam bentuk tulisan kepada kami, klik di sini.
Ilustrasi. (Foto: anita-chenit.blogspot.com)
Ilustrasi. (Foto: anita-chenit.blogspot.com)

dakwatuna.com

Kemarin masih kulihat mereka menunduk santun di depan para tetua
Kemarin masih kulihat mereka menjulurkan pakaian sopan berbalut krama yang menambah keanggunan
Kemarin masih aku lihat malu yang menghiasi senyum mereka
Malu yang menjaga mereka untuk senantiasa menjaga lisan sebelum berkata
Malu yang menjaga langkah sebelum bertindak
Malu yang menjaga hati mengingatkan akhlak yang syar’i

Itulah kemarin kawan…
Kini mereka bagaikan raja yang memegang dunia
Ilmu dan pengetahuan yang mengantar mereka menggapai cita
Seakan tak ada campur tangan Sang Pencipta
Langkah mereka seakan tegap menantang dunia

Dada mereka membusung lupa akan kebesaran-Nya
Seakan raga takkan berpisah dengan jiwa
Hingga bibir senantiasa tertawa bangga
Melupakan hati yang sedang rindu akan munajat pada-Nya
Namun fikri senantiasa membuyarkannya
Apakah jiwa masih senantiasa tentram dengan apa yang ada?

Bila ridha-Nya tak lagi menghiasi diri
Bisakah engkau bayangkan apa yang akan terjadi?

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 9,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.
Isnaini Nurhidayati
Isnaini Nurhidayati akrab di panggil mbak Is atau Na. Gemar Menulis segala hal yang kebetulan terlintas di pikirannya. Mencari Keberkahan d setiap kata...

Lihat Juga

Ilustrasi (klinik fotografi Kompas)

Puasa dan Perbaikan Akhlak Bangsa