Home / Berita / Internasional / Asia / Uni Eropa Peringatkan Dampak Buruk Krisis Kemanusiaan di Jalur Gaza

Uni Eropa Peringatkan Dampak Buruk Krisis Kemanusiaan di Jalur Gaza

Warga Jalur Gaza yang sulit berkunjung ke Mesir karena penutupan Pintu Rafah (aljazeera)
Warga Jalur Gaza yang sulit berkunjung ke Mesir karena penutupan Pintu Rafah (aljazeera)

dakwatuna.comPalestina. Uni Eropa dalam laporan yang dirilis pada Rabu, 12 Maret 2014, memperingatkan berbagai pihak akan dampak buruk yang akan mengancam keamanan Timur Tengah jika krisis ekonomi dan kemanusiaan yang terjadi di Jalur Gaza tidak segera ditangani.

Uni Eropa meminta Israel untuk tidak menambah penderitaan rakyat Palestina terutama di tengah kebijakan Mesir saat ini yang gencar menutup berbagai terowongan darurat yang sebelumnya digunakan rakyat Palestina untuk memenuhi kebutuhan pokoknya.

Dalam laporan yang disiapkan oleh Delegasi Uni Eropa di Jerusalem dan Ramallah tersebut diungkapkan bahwa warga Palestina di Jalur Gaza saat ini menghadapi krisis kemanusiaan dan ekonomi yang mengkhawatirkan.

Hal itu ditunjukkan oleh semakin tingginya angka pengangguran, di samping kenaikan harga barang yang tidak wajar akibat tidak adanya pasokan barang-barang yang baru.

Uni Eropa juga menyatakan bahwa Israel adalah pihak yang paling bertanggung jawab atas memburuknya situasi kemanusiaan di Jalur Gaza karena blokade yang berkelanjutan sejak tahun 2006.

Selain Israel, Mesir juga dituding bertanggung jawab atas situasi buruk di Jalur Gaza karena gencar menghancurkan berbagai terowongan darurat menyusul drama penggulingan Presiden Mursi pada 3 Juli 2013 lalu. (aljazeera/rem/dakwatuna)

About these ads

Redaktur: Rio Erismen

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (2 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Rio Erismen
Alumnus Universitas Al-Azhar Cairo dan Institut Riset dan Studi Arab Cairo.

Lihat Juga

Sebelum Lengser, Obama Diminta Mantan Presiden AS Ini Akui Negara Palestina