Home / Berita / Nasional / KPI Keluarkan 62 Sanksi, Trans TV & Trans 7 Terbanyak

KPI Keluarkan 62 Sanksi, Trans TV & Trans 7 Terbanyak

Komisi Penyiaran Indonesia berikan sanksi kepada beberapa lembaga penyiaran - Foto: infopublik.org
Komisi Penyiaran Indonesia berikan sanksi kepada beberapa lembaga penyiaran – Foto: infopublik.org

dakwatuna.com – Jakarta.  Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat usai menggelar evaluasi kerja selama tujuh bulan (Agustus 2013 – Februari 2014). Hasilnya, banyak aduan yang diterima KPI terkait sejumlah tayangan di televisi.

Dalam kurun waktu tersebut, KPI menerima aduan sebanyak 11.959. Program acara yang paling banyak mendapatkan aduan adalah program variety show bernuansa komedi dan hiburan. KPI pun mengeluarkan 62 sanksi kepada sejumlah televisi.

“Sanksi tersebut terdiri dari; teguran pertama sebanyak 43 kali, teguran kedua sebanyak 13 kali, penghentian sementara 4 kali, pembatasan durasi 2 kali. Di samping itu KPI juga memberikan  peringatan sebanyak 24 kali, surat edaran 16 kali, dan permintaan klarifikasi sebanyak 44 kali,” papar keterangan tertulis KPI.

Dari 62 sanksi yang dijatuhkan kepada 11 lembaga penyiaran berjaringan, yang paling banyak mendapatkan sanksi adalah Trans TV sebanyak 14 sanksi. Diikuti oleh Trans 7 yang sembilan kali ditegur. Selebihnya diberikan kepada televisi lain seperti, RCTI (8), ANTV dan Global (6), SCTV dan MNCTV (4), Metro TV, TVRI, dan TV One (3), dan Indosiar (2).

Berdasarkan pemantauan KPI, banyak televisi yang masih menyiarkan program bermuatan hipnotis, adegan berbahaya dan supranatural, candaan kasar, pornografi, muatan yang memperuncing konflik, kekerasan, perilaku pelajar yang tidak pantas, dan laki-laki berperilaku kewanitaan.

“Terhadap program-program yang bermuatan tersebut di atas, KPI Pusat minta agar lembaga penyiaran segera melakukan perbaikan,” lanjutnya.

Namun, bukan berarti tidak memantau program-program berkualitas di sejumlah televisi. KPI pun memberikan apresiasi terhadap program yang dinilai positif dan menginspirasi masyarakat.

Program-program tersebut antara lain; Aku Bangga Padamu (TVRI), Tele Dakwah (TVRI), Dunia Bintang (Trans 7), Orang Pinggiran (Trans 7), Jurnalis (Metro TV), Mario Teguh Golden Ways (Metro TV), Damai Indonesia (TV One), Satu Jam Lebih Dekat (TV One), Dr Oz Indonesia (Trans TV), Islam Itu Indah (Trans TV), Hafidz Indonesia (RCTI), Anak-anak Manusia (RCTI), Indonesia Baru (SCTV), Harmony (SCTV), Kami Bukan Malaikat (MNC TV), Khalifah (MNC TV), Interupsi (Indosiar), Dai Cilik (Indosiar), Cerita di Balik Noda (Global TV), Thomas and Friends (Global TV), George Curious (ANTV), dan Perempuan Hebat (ANTV). (rik/okezone/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (9 votes, average: 7,11 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

(ilustrasi). (viva.co.id)

Selama Ramadhan, KPI Minta TV Sajikan Program yang Beradab

Organization