Home / Berita / Internasional / Asia / Pekerja Pengeboran Minyak Lepas Pantai: “Saya Melihat Pesawat Malaysia Airlines Turun”

Pekerja Pengeboran Minyak Lepas Pantai: “Saya Melihat Pesawat Malaysia Airlines Turun”

Seorang anggota Badan SAR Nasional (Basarnas) menggunakan teropong untuk melihat cakrawala selama operasi pencarian untuk pesawat Malaysia Airlines Boeing 777 yang hilang. Operasi dilakukan di perairan Selat Malaka dari Pulau Sumatera, Indonesia, Rabu (12/3/2014). (Foto: Heri Juanda/Associated Press)
Seorang anggota Badan SAR Nasional (Basarnas) menggunakan teropong untuk melihat cakrawala selama operasi pencarian untuk pesawat Malaysia Airlines Boeing 777 yang hilang. Operasi dilakukan di perairan Selat Malaka dari Pulau Sumatera, Indonesia, Rabu (12/3/2014). (Foto: Heri Juanda/Associated Press)

dakwatuna.comSeorang pekerja pengeboran minyak lepas pantai yang bertugas di lepas pantai Tenggara Vietnam mengklaim telah menyaksikan kecelakaan pesawat Malaysia Airlines yang hingga kini menghilang.

Dalam sebuah email yang dikirim kepada atasannya, yang diperoleh, dikonfirmasikan, lalu dibagikan oleh jurnalis ABC Bob Woodruff, pria itu berkata, “Saya yakin saya melihat pesawat Malaysia Airlines turun. Waktunya pas”.

Pejabat resmi Vietnam dilaporkan bahwa mereka terkonfirmasi telah menerima surat itu, tapi tidak menemukan apapun di dalam air.

Dia menggambarkan melihat apa yang dia yakini merupakan pesawat terbakar – dalam satu bagian – pada ketinggian yang tinggi, terbang tegak lurus dengan rute pesawat standar yang melintasi area. “Dari saat saya pertama kali melihat (pesawat) terbakar sampai api keluar (masih pada ketinggian yang tinggi) adalah 10-15 detik. Tidak ada gerakan lateral, jadi benda itu datang ke lokasi kami, stasioner, atau pergi menjauh dari lokasi kami,” tulisnya.

https://twitter.com/BobWoodruff/statuses/443713159732289536

Pihak berwenang memperluas area pencarian untuk pesawat Malaysia Airlines yang hilang hingga 27.000 mil persegi pada hari Rabu setelah laporan bahwa penerbangan 370 mungkin telah berubah arah sebelum menghilang dari radar.

Tim pencari awalnya menyusuri atas perairan antara Malaysia dan Vietnam untuk setiap petunjuk tentang apa yang mungkin terjadi pada pesawat yang hilang dan membawa 239 orang. Namun, sumber di dalam militer Malaysia mengatakan hari Selasa bahwa pesawat beralih arah dan menuju ke barat, mendorong tim pencari untuk melihat ke arah yang sama sekali baru.

Peta di atas menyoroti area pencarian, pada tanggal 11 Maret 2014, untuk pesawat Malaysia Airlines yang hilang. (Foto: Mashable.com / esri.com)
Peta di atas menyoroti area pencarian, pada tanggal 11 Maret 2014, untuk pesawat Malaysia Airlines yang hilang. (Foto: Mashable.com / esri.com)

Kepala Angkatan Udara Malaysia Jenderal Rodzali Daud dilaporkan mengatakan bahwa radar militer telah melihat jet di atas Selat Malaka. Akan tetapi, beberapa jam kemudian pemerintah Malaysia kini meragukan teori ini setelah Daud mencabut laporannya, mengatakan, “Saya ingin menyatakan bahwa saya tidak membuat pernyataan seperti itu”.

Sementara itu, The New York Times melaporkan bahwa Daud pada hari Rabu mengatakan bahwa Angkatan Udara masih “memeriksa dan menganalisa semua kemungkinan sehubungan dengan jalur penerbangan pesawat itu setelah kehilangannya”.

Namun, sementara Vietnam mengurangi usahanya, Jepang dan Indonesia meningkatkan usaha pencarian. Delapan anggota tim pencari Jepang tiba di Kuala Lumpur pada hari Rabu untuk mempersiapkan kedatangan dua pesawat angkut C-130 milik Pasukan Pertahanan Udara dan dua pesawat patroli P-3C dari Pasukan Pertahanan Maritim. Pihak berwenang Indonesia telah mengerahkan misi pencarian di atas selat Malaka juga.

Kru TNI Angkatan Udara (AU) patroli maritim Boeing 737 “Surveiller” Skuadron Udara ke-5 “Putri Duyung Hitam” berdoa sebelum melakukan operasi pencarian atas hilangnya pesawat Malaysia Airlines Boeing 777 yang akan dilakukan di Selat Malaka, di Pangkalan Udara Suwondo Medan, Sumatera Utara, Indonesia, Rabu (12/3/2014). (Foto: Binsar Bakkara/Associated Press)
Kru TNI Angkatan Udara (AU) patroli maritim Boeing 737 “Surveiller” Skuadron Udara ke-5 “Putri Duyung Hitam” berdoa sebelum melakukan operasi pencarian atas hilangnya pesawat Malaysia Airlines Boeing 777 yang akan dilakukan di Selat Malaka, di Pangkalan Udara Suwondo Medan, Sumatera Utara, Indonesia, Rabu (12/3/2014). (Foto: Binsar Bakkara/Associated Press)

(Amanda Wills/Mashable/dakwatuna/hdn)

About these ads

Redaktur: Ardne

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (10 votes, average: 5,20 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

  • Sejuki

    Eeeeeeee……….. Serius nih???

  • Yass Ferguson

    Kurang baik apa coba Indonesia… Sampe dibantuin nyari. Tp sikap si malay malah sering nyakitin Indoesia

    • A. Rozaq Syamsuddin

      gak usah memperkeruh suasana masbro, biarkan kebaikan itu mengalir tanpa memandang.

Lihat Juga

Puing bagian sayap pesawat yang ditemukan di Pulau Pemba Tanzania (iol.co.za)

Malaysia: Puing Pesawat di Pulau Pemba Cocok dengan MH370 yang Hilang