Home / Berita / Internasional / Asia / Mayoritas Pengungsi Takut Tidak Bisa Kembali ke Suriah

Mayoritas Pengungsi Takut Tidak Bisa Kembali ke Suriah

Pengungsi Suriah di Yordania (assawsana.com)
Pengungsi Suriah di Yordania (assawsana.com)

dakwatuna.com – Damaskus. Sebuah survey yang dilakukan lembaga bantuan kemanusiaan, Oxfam, menyimpulkan bahwa 65% pengungsi Suriah mempunyai kekhawatiran tidak bisa melihat tanah airnya lagi. Padahal mereka sangat berkeinginan hidup lagi di salah satu negeri Syam itu.

Hal ini seperti diberitakan situs alhayat.com, Selasa (11/3/2014) kemarin. Responden survey Oxfam ini adalah 1015 pengungsi di 3 wilayah pengungsian di Yordania. Perlu diketahui, saat ini Yordania menampung 600 ribu pengungsi Suriah.

Mayoritas responden menginginkan bisa kembali ke negeri mereka, namun hanya seperti tiga dari mereka yang merasa bisa mendapatkan keinginan tersebut.

Selain melakukan survey, Oxfam juga meminta masyarakat dunia bisa bergerak cepat agar krisis kemanusiaan di Suriah ini segera berakhir. Sehingga para pengungsi, baik yang berada di dalam maupun luar Suriah, segera kembali ke rumah masing-masing dan memulai kembali kehidupan normal mereka.

Andy Baker, penanggung jawab Oxfam, menyatakan bahwa bantuan internasional adalah hal yang sangat mendesak, karena survey menunjukkan bahwa harapan para pengungsi itu semakin lama semakin hilang. Menurutnya, saat ini realisasi bantuan kemanusiaan yang diperuntukkan bagi pengungsi Suriah baru mencapai 12% saja. Seharusnya dana yang bisa dikumpulkan mencapai US$ 6.5 milyar, namun saat ini baru terkumpul US$ 768 juta saja. (msa/dakwatuna/alhayat)

About these ads

Redaktur: M Sofwan

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (1 votes, average: 10,00 out of 10)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

M Sofwan
Ketua Studi Informasi Alam Islami (SINAI) periode 2000-2003, Kairo-Mesir

Lihat Juga

Bashar Al-Assad. (arabi21.com)

Assad Klaim Dirinya Masih Berkuasa Hingga 2021