Home / Berita / Internasional / Asia / PM Yordania: Israel Bertanggung Jawab Atas Pembunuhan Hakim Yordania

PM Yordania: Israel Bertanggung Jawab Atas Pembunuhan Hakim Yordania

Perdana Menteri Yordania Abdullah Ensour - Foto: alarabiya.net
Perdana Menteri Yordania Abdullah Ensour – Foto: alarabiya.net

dakwatuna.com – Amman.  Perdana Menteri Yordania Abdullah Ensour, Selasa (11/3), mengatakan Pemerintah Israel bertanggung jawab atas pembunuhan seorang hakim Yordania pada Senin di perbatasan Yordania-Israel, kata media lokal.

“Pemerintah Yordania menganggap Pemerintah Israel sepenuhnya bertanggung jawab atas kejahatan keji ini,” kata Ensour dalam satu pertemuan di parlemen.

Ia menyatakan Israel setuju untuk membentuk satu komite bersama dengan Yordania guna melakukan penyelidikan mengenai pembunuhan hakim tersebut. Ia mengatakan reaksi Yordania atas peristiwa itu akan tergantung atas hasil penyelidikan tersebut.

Perdana Menteri itu menambahkan “alasan Israel tidak bisa membenarkan” pembunuhan hakim tersebut, demikian laporan Xinhua –yang dipantau Antara di Jakarta, Rabu.

Kantor perdana menteri Israel pada Selasa mengeluarkan satu pernyataan, dan mengatakan Israel “menyesalkan tewasnya hakim itu di tempat penyeberangan Jembatan Allenby”.

“Israel menyesalkan tewasnya Hakim Ra’ed Zeiter kemarin (Senin) di Jembatan Raja Hussein (Allenby) dan menyampaikan simpatinya kepada rakyat dan Pemerintah Yordania,” kata pernyataan itu.

Ra’ed Zeiter, Hakim Yordania yang berusia 38 tahun dan pergi untuk mengunjungi keluarga Palestinanya di Nablus pada Senin, ditembak hingga tewas oleh tentara Israel di terminal Jembatan Allenby yang menghubungkan Yordania dengan Tepi Barat Sungai Yordania.

Laporan yang bertentangan mengenai peristiwa itu telah memicu ketegangan antara Israel dan Yordania.

Pasukan Pertahanan Israel, Selasa, menyatakan Zeiter “berusaha merampas senjata seorang prajurit dan prajurit tersebut “merasa nyawanya terancam”. Zeiter pertama ditembak di tubuh bagian bawah lalu ditembak lagi setelah ia diduga menyerang seorang prajurit dengan menggunakan potongan besi.

Namun media Yordania, dengan mengutip seorang saksi mata, menyatakan prajurit itu mendorong Zeiter, sehingga memicu pertengkaran yang berakhir dengan dibunuhnya Zeiter oleh prajurit tersebut.

Saksi mata itu menyatakan Zeiter tak pernah berusaha mencuri senjata prajurit Yahudi tersebut.

Protes mengenai peristiwa itu terjadi di Yordania. Pemrotes bahkan menyerukan pembatalan kesepakatan perdamaian 1994 antara Israel dan Yordania.

Para pejabat Yordania mengatakan mereka akan mendorong sampai terungkap apa yang sebenarnya terjadi di terminal tersebut.

Menteri Negara Yordania Urusan Media Mohammad Momani pada Senin mengatakan Amman sedang menunggu hasil dari penyelidikan akhir dan kemudian akan memutuskan bagaimana akan bertindak. Ia mengatakan Pemerintah Yordania “akan melakukan tindakan terhadap mereka yang terlibat dalam pembunuhan hakim itu”. (ROL/sbb/dakwatuna)

 

About these ads

Redaktur: Saiful Bahri

Beri Nilai:
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars6 Stars7 Stars8 Stars9 Stars10 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Bergabunglah ke Channel @dakwatuna di Telegram, caranya klik di sini.

Tentang

Saiful Bahri
Lahir dan besar di Jakarta, Ayah dari 5 orang Anak yang hobi Membaca dan Sepak Bola. Setelah berpetualang di dunia kerja, panggilan jiwa membawanya menekuni dunia membaca dan menulis.

Lihat Juga

Stadium general di aula Universitas Islam As-Syafiiyah. (aspacpalestine.com)

Peringati Hari Solidaritas Palestina, ASPAC for Palestine Gandeng UIA Gelar Stadium General

Organization